Pasar Modal Syariah
115 views

Untungnya Investasi di Sukuk Ritel, Simak Simulasinya, Yuk!

by on 12/07/2017
 

Sukuk ritel bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Sukuk ritel menjadi salah satu produk investasi syariah yang menguntungkan karena menawarkan imbal hasil kompetitif dibanding produk keuangan syariah lainnya. Tak hanya laku saat pemerintah membuka masa penawaran, tapi juga laris manis di pasar sekunder.

Yang menarik, sukuk ritel ini memang dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sehingga ketika kamu membutuhkan dana mendesak, kamu bisa menjual sukuk ritel yang kamu punya. Harga sukuk ritel di pasar sekunder bervariasi tergantung pada permintaan dan penawaran di pasar.

Namun, biasanya karena sukuk ritel ini cukup diminati, harganya bisa lebih tinggi dari masa penawaran perdana, sehingga kamu bisa memeroleh keuntungan. Lalu, seperti apa penghitungan investasi di sukuk ritel? Yuk, coba kita lihat simulasinya jika kamu memegang sukuk sampai jatuh tempo dan bila kamu menjualnya di pasar sekunder sebelum jatuh tempo.

1. Investor A membeli sukuk ritel di pasar perdana sebesar Rp 10 juta dengan tingkat imbalan 6 persen per tahun. Jika sukuk ritel tersebut tidak dijual sampai dengan jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah:

  • Imbalan per bulan sebelum pajak = (Rp 10.000.000 x 6% x 1/12) = Rp50.000
  • Imbalan per bulan setelah pajak 15% = Rp 50.000 – (Rp 50.000 x 15%) = Rp 42.500
  • Imbal hasil yang diperoleh sampai jatuh tempo = Rp 42.500 x 36 = Rp 1.530.000
  • Pada saat jatuh tempo, investor A menerima penuh nilai nominal sukuk ritel sebesar Rp 10 juta dan imbal hasil = R 11.530.000

2. Investor B membeli sukuk ritel di pasar perdana sebesar Rp 10 juta dengan tingkat imbalan 6 persen per tahun. Jika sukuk ritel tersebut dijual di pasar sekunder setelah 2 tahun dengan harga 105% maka hasil yang diperoleh adalah:

  • Imbalan per bulan sebelum pajak = (Rp 10.000.000 x 6% x 1/12) = Rp50.000
  • Imbalan per bulan setelah pajak 15% = Rp 50.000 – (Rp 50.000 x 15%) = Rp 42.500
  • Imbal hasil yang diperoleh selama 2 tahun = Rp 42.500 x 24 = Rp 1.020.000
  • Nilai nominal yang diperoleh saat menjual di pasar sekunder = Rp 10.000.000 x 105% = Rp 10.500.000
  • Capital gain sebelum pajak = Rp 10.000.000 x (105%-100%) = Rp 500.000
  • Capital gain setelah pajak 15% =  Rp 500.000 – (Rp 500.000 x 15%)  = Rp 425.000
  • Total hasil yang diterima selama memegang sukuk ritel = Rp 1.020.000 + Rp 425.000 = Rp 1.445.000
  • Total hasil penjualan di pasar sekunder = Rp 11.445.000
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment