IKNB Syariah
1111 views

Unitlink Berbasis Saham Manulife Syariah Paling Diminati

by on 29/06/2016
 

Lebih dari 70 persen penempatan investasi berada di saham syariah.

Unit syariah Manulife Indonesia memiliki satu produk dasar asuransi syariah unitlink, yaitu Berkah Savelink. Pada produk tersebut, calon nasabah dapat memilih tiga penempatan dana investasi, yakni Manulife Dana Pasar Uang Syariah, Manulife Dana Berimbang Syariah dan Manulife Ekuitas Optima Syariah. Dari ketiga penempatan dana investasi itu, Manulife Ekuitas Optima Syariah yang paling diminati.

“Penempatan investasi lebih banyak di saham syariah antara 70-80 persen, dibanding balanced dan sukuk dan pasar uang. Dana investasi di saham yang paling banyak karena itu yang memang paling banyak diminati nasabah,” kata Head of Sharia Unit Manulife Indonesia Yetty Rochayatini dalam Media Roundtable Pemaparan Kinerja Kuartal I Unit Syariah Manulife, Rabu (29/6).

Ia mengungkapkan sejauh ini hasil investasi di saham syariah relatif bagus karena saham-saham yang dipilih adalah saham yang masuk dalam Jakarta Islamic Index, yang merupakan kumpulan 30 saham syariah paling likuid dan memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Secara total dana kelolaan syariah Manulife Indonesia tercatat mencapai Rp 2,24 triliun, yang terbagi antara dana pensiun lembaga keuangan, asuransi dan reksa dana syariah. Jumlah tersebut meningkat dari tahun lalu yang tercatat sebesar hampir Rp 2 triliun.

Yetty menambahkan, selain di saham syariah, penempatan investasi unitlink syariah juga dilakukan di sukuk dan deposito syariah. Porsi untuk sukuk negara masih di bawah 10 persen, sedangkan deposito di atas 10 persen. “Kami memasukkan pula dana tabarru ke deposito syariah karena dana tabarru kan harus likuid,” ujarnya.

[bctt tweet=”Total dana kelolaan syariah Manulife Indonesia tercatat Rp 2,24 T” username=”acekaes”]

Sementara, terkait adanya peraturan bahwa asuransi syariah wajib menempatkan investasi 20 persen di instrumen sukuk, ia mengakui akan sulit mengimplementasikan kewajiban tersebut pada satu asuransi syariah. “Namun, setelah didiskusikan itu ternyata boleh beberapa asuransi syariah bergabung berinvestasi di sukuk. Karena memang asuransi syariah saat ini masih kecil banget, jadi tidak mungkin itu terpenuhi kalau sendiri-sendiri,” tukas Yetty.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment