Bank Syariah
90 views

Unit Usaha Syariah Bank BTN Mencatatkan laba bersih sebesar Rp 313,77 Miliar Pada kuartal III-2017

by on 23/10/2017
 

PT Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk berhasil mencatatkan kinerja positif pada kuartal III-2017.

Bagaimana tidak, pada triwulan ketiga ini, laba bersih Bank BTN tembus Rp2 triliun atau naik sekira 24% dari periode yang sama tahun lalu, yakni hanya sebesar Rp1,62 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan pertumbuhan positif perseroan pada kuartal III/2017 didorong dari kebijakan pemerintah yang proaktif dalam memberikan stimulus bagi pertumbuhan industri, terutama perbankan dan properti.

“Meski tahun ini diwarnai berbagai tantangan global, kami meyakini mampu mencapai target laba bersih yang ditetapkan pada tahun ini, yakni lebih dari Rp3 triliun,” katanya saat konferensi pers di Menara BTN, Senin (23/10/2017).

Direktur Utama Maryono menambahkan capaian laba bersih BTN disumbang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 17 persen menjadi Rp6,54 triliun, dari Rp5,59 triliun di periode yang sama tahun lalu. Kenaikan pendapatan bunga bersih didukung dari peningkatan kredit dan pembiayaan.

BTN mencatat nilai kredit dan pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp184,5 triliun, tumbuh 20 persen, dari periode yang sama tahun lalu. Adapun, kinerja positif BTN tersebut berada di atas pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 8,3 persen.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan kinerja positif juga diikuti dengan unit usaha syariah. Pada kuartal III-2017, unit usaha syariah Bank BTN mencatatkan laba bersih sebesar Rp 313,77 miliar.

Jumlah tersebut naik sekitar 36,31% dari tahun lalu. Di mana pada tahun lalu, unit usaha syariah hanya mencatatkan Rp230,19 miliar.

Direktur Utama Bank BTN Maryono  berucap dalam Konfrensi pers paparan kinerja Bank BTN Kuartal III-2017 di Menara BTN “Unit syariah kita juga mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 36,31%,” Jakarta, Senin 23 Oktober 2017.

“Capaian laba bersih Bank BTN Syariah disokong kenaikan pembiayaan yang mencapai Rp 16,54 triliun. Jumlah tersebut naik 26,89% dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 13,03 triliun. Ucap Maryono dalam Konfrensi pers paparan kinerja Bank BTN Kuartal III-2017 di Menara BTN, Jakarta, Senin 23 Oktober 2017.
Maryono lalu menambahkan, kualitas pembiayaan dari UUS Bank BTN juga terus membaik.

“Hal itu bisa dilihat dari rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross yang terus membaik, dari NPF sebesar 1,12% pada September 2016 hingga menjadi 0,84% di September 2017,” jelas Maryono.

“Pembiayaan kita memang baik 26,89 % menjadi 16,54 triliun,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Maryono, kinerja UUS BTN yang positif juga bisa dilihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang cukup signifikan pada setahun belakangan. Per September 2017, DPK bank BTN Syariah tercatat naik sebesar 29,83% atau sekitar Rp 17,386 triliun.

“DPK yoynya meningkat 29,83% dari Rp 13,39 triliun sampai Rp 17,386 triliun,” jelasnya.

Ditambahkan Maryono, secara umum pertumbuhan kinerja bisnis yang positif dari UUS BTN selama satu tahun terakhir tersebut bisa tercermin dari kenaikan jumlah asset yang juga tumbuh dengan signifikan.

Atas kinerja positifnya tersebut, Bank BTN Syariah mencatatkan peningkatan nilai aset sebesar 29,26%. Atau sekitar Rp. 24,084 triliun. “Aset Unit Syariah kita meningkat 29,26% atau sekitar Rp 24,084 triliun,” jelasnya.

“Ini menunjukan pertumbuhan dari Unit Usaha Syariah kualitasnya malah lebih bagus. Artinya masyarakat sudah lebih banyak yang menyadari, bahwa produk-produk syariah ini menarik, khususnya di produk pembiayaan perumahan atau KPR. Ini menjadi jaminan bagi kita, bahwa produk syariah yang terkait dengan perumahan ini akan kami tingkatkan terus,” demikian tutup Maryono, Direktur Utama Bank BTN.

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment