Pasar Modal Syariah
483 views

Pasokan Sukuk Korporasi Perlu Ditambah

by on 27/07/2016
 

Transkasi sukuk korporasi di pasar sekunder masih kurang likuid.

Direktur Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Wahyu Trenggoro mengatakan, masih kecilnya terbitan sukuk korporasi karena ada beberapa faktor. Pertama, transaksi sukuk di pasar sekunder masih kurang likuid.

“Obligasi bisa diperjualbelikan hingga 100 kali per hari, sementara sukuk hanya 4 kali sehari. Sisi pasokan sukuk memang perlu terus ditambah agar pasar makin menarik,” kata Wahyu di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, sepinya transaksi sukuk dipandang investor sebagai risiko. Karena adanya tambahan risiko, investor akan meminta imbalan tinggi yang menjadi tambahan biaya buat emiten. “Kalau ada obligasi dengan sukuk yang setara, sukuk yang diteken untuk memberi imbal hasil lebih tinggi, yakni selain juga struktur dan istilah-istilah yang belum banyak dikenal,” ujarnya.

Dia menyampaikan, sebenarnya beberapa waktu lalu, sukuk memiliki underlying asset sehingga bisa disebut lebih aman. Apabila terjadi suatu masalah, aset tersebut bisa dieksekusi. Namun, langkah ini akan berhadapan dengan hukum. Karena dalam praktiknya eksekusi aset tidak bisa langsung dilakukan. Hal ini mencederai kepercayaan investor sehingga sukuk menjadi terlihat sama dengan obligasi.

IBPA: Obligasi diperdagangkan hingga 100 kali/ hari, sukuk cuma 4 kali Click To Tweet

Terkait imbal hasil sukuk tahun ini, menurut Wahtu, perlu melihat sentimen domestic maupun global. “Di dalam negeri, sentimen terbilang positif dengan turunnya suku bunga dan pertumbuhan ekonomi membaik menjadi 5,1 persen dari prediksi 4,8 persen di akhir 2015. Risiko pun turun sehingga permintaan imbal hasil tinggi berkurang,” pungkasnya.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment