Pasar Modal Syariah
631 views

Tiga Kunci Sukses Sukuk Negara

by on 13/06/2016
 

Dari tahun 2008 hingga kini, total penerbitan Sukuk Negara telah mencapai Rp 509,56 triliun.

Penerbitan Sukuk Negara secara reguler di pasar domestik telah turut mendorong pengembangan pasar keuangan syariah dengan menyediakan instrumen keuangan berbasis syariah. Dalam sepuluh tahun terakhir industri keuangan syariah di Indonesia yang saat ini masih didominasi oleh perbankan syariah mengalami pertumbuhan signifikan, baik dari total aset kelolaan maupun jumlah lembaga keuangan syariah.

Menurut data OJK, per Maret 2016 total aset keuangan syariah yang terdiri dari bank dan non-bank telah mencapai Rp 359 triliun. Laporan Indonesia Islamic Finance: Prospects for Exponential Growth yang diterbitkan Reuters pada Maret 2016 mengungkapkan bahwa industri keuangan syariah tahun sebelumnya tumbuh hingga 10 persen, dengan pertumbuhan Sukuk menempati posisi tertinggi 22 persen.

Salah satu motor pasar sukuk di Indonesia adalah sukuk negara. Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan RI Suminto menuturkan, Indonesia telah berhasil dalam menerbitkan Sukuk Negara, sehingga saat ini dikenal sebagai leading sovereign sukuk issuer in the world.

“Dari tahun 2008 hingga kini, total penerbitan Sukuk Negara telah mencapai Rp 509,56 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 395,29 triliun,” katanya saat memaparkan keynote speech dalam diskusi panel bertema “Potensi Sukuk bagi Pengembangan Ekonomi Syariah” di Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah XIV, akhir pekan lalu, sebagaimana dikutip dari laman DJPPR, Senin (13/6).

Menurut Suminto setidaknya ada tiga kunci terpenting kesuksesan Sukuk Negara, yaitu tax neutralitycost neutrality, dan dasar hukum serta kerangka regulasi (legal and regulatory framework) yang memadai. Dari segi tax neutrality, tidak ada perbedaan perlakuan perpajakan bagi penerbitan Sukuk Negara apabila dibandingkan dengan penerbitan Surat Utang Negara, termasuk transaksi atas underlying asset sebagai dasar penerbitan sukuk. Dari segi cost, secara umum biaya penerbitan Sukuk Negara masih comparable dibandingkan penerbitan Surat Utang Negara dengan mempertimbangkan perkembangan pasar Sukuk Negara yang masih less developed.

Sukuk Negara memiliki dasar hukum UU No.19 Tahun 2008 Click To Tweet

Sementara dari segi dasar hukum dan kerangka regulasi, penerbitan Sukuk Negara memiliki dasar hukum yang kokoh berupa Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008. UU tersebut memberikan kewenangan Pemerintah untuk menerbitkan sukuk, menjamin hak investor sukuk, kewenangan pendirian Special Purpose Vehicle, penggunaan underlying assets, diperkenalkannya konsep beneficial title (hak manfaat) dan akuntabilitas pelaksanaan penerbitan Sukuk Negara.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment