741 views 0 comments

Tidak Harus Islamic Finance, Gunakan Istilah Lain!

by on 06/10/2016
 

Zeena Altalib, pendiri dan pemlik Primomoda.com. PrimoModa adalah butik online untuk pakaian sopan berbasis di Amerika Serikat (AS) memilih menggunakna istilah modest fashion ketimbang Islamic fashion.

Zeena membangun perusahaannya pada 2005, untuk tujuan sederhana, mengisi kekosongan antara kebutuhan akan pakaian sopan dan ketersediaannya di pasar.

Zeena berlatar belakang pendidikan Master of Education dari George Mason University jurusan Instructional Design and Technology in Education. Berasal dari keturunan Irak yang bermigrasi ke AS, Zeena bicara dalam dua bahasa, Arab dan Inggris. Dalam “Groundbreaking Technopreneurship with Zeena Altalib” di @america, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (4/10), Zeena warga AS keturunan Irak, menilai, brand yang Islami tidak harus dilabelkan Islami atau syariah. Justeru niatnya di belakang itu yang harus dikedepankan.

Pun dengan keuangan syariah. Dalam wawancara dengan ACKS di sela-sela acara, Zeena mengatakan industri keuangan syariah tidak perlu menggunakan istilah syariah atau Islami. Justeru kontennyalah yang harus dikedepankan, nilai lebihnya jika dibandingkan industri keuangan konvensional. “Sangat penting untuk memiliki pilihan lain untuk Islamic Finance. Kita tidak harus mengatakannya melulu sebagai keuangan Islam. tetapi hal lain yang membedakan dengan konvensional, jadi semacam modest fashion daripada Islamic fashion”, kata Zeena.

Menggunakan istilah modest fashion ini, menurut Zeena memberinya keuntungan terutama di sisi pasarnya. “Anda akan mendapatkan konsumen yang Non Muslim lebih banyak. Orang non Muslim pun dapat menempatkan uangnya di industri keuangan yang selain konvensional”, kata Zeena lagi.

Ia pun mengaku tidak membiayai bisnisnya dari pinjaman bunga. Sampai saat ini, menurutnya sumber pendanaan bisnisnya masih dari biaya sendiri.

Pilihan yang Lebih Baik
Zeena mengisahkan, membangun bisnisnya untuk memberikan pilihan yang terbaik bagi wanita di AS khususnya dan seluruh dunia pada umumnya. Menyediakan pakaan sopan, menurutnya memberikan pilihan yang terbaik itu. Bisnisnya pun terpicu kebutuhan akan pakaian sopan (modest) terutama pakaian renang.

Zeena yang memiliki gelar sarjana komunikasi dari George Mason University tergerak membuat sendiri pakaian sopan dan menjualnya. Saat itu, ia tengah mengambul gelar master di universitas yang sama untuk bidang instructional technology, Zeena mulai mengenal ecommerce dan bisnis daring yang akan berpengaruh pada bisnisnya sekarang.

Ketika itu 2005, ketika ia memiliki anak pertamanya, ia pun mulai bisnis onlinenya, menjual pakaian sopan, terutama untuk kaum hawa. “Pakaian yang sopan tidak mudah ditemukan di pasaran saat itu. Padahal, pakaian yang sopan adalah lebih baik, “ kata Zeena. Oleh karena itulah ia menawarkan pakaian sopan kepada masyarakat.

Modest fashion ketimbang Islamic fashion, Karena mengincar pasar yang lebih luas! Click To Tweet

Mengapa bukan busana Muslim? Zeena mengaku, “Karena saya mengincar pasar yang lebih luas”.  Dan, untuk menggapa pasar yang lebih luas itu, menurutnya, produknya tidak harus tampil berlabel syariah.

Karena, dalam banyak hal tidak harus hanya Muslim yang membeli produknya, juga non Muslim. Nyatanya, banyak juga pembeli produknya adalah kaum wanita Yahud dan Nasrani. “Mereka merasa nyaman dengan pakaian sopan, ada yang beralasan lebih sehat juga”, kata Zeena menambahkan.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment