Bank Syariah
216 views

Skema Akad Pinjaman Di Bank Syariah

by on 05/09/2017
 

Dalam prinsip pinjaman secara syariah, merupakan proses pembiayaan di mana bukanlah bank meminjamkan sejumlah dana kepada nasabah yang membutuhkan namun lebih ke arah membiayai proyek atau kebutuhan nasabah baik mendesak maupun untuk keperluan konsumtif lainnya dimana dana yang dimiliki sendiri belum cukup untuk mengatasi kekurangannya.

Macam-macam jenis pinjaman bank syariah sebenarnya sama dengan bank konvensional dimana produk yang dimiliki dibuat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti KPR, kendaraan bermotor, pemenuhan biaya pendidikan anak, pemenuhan biaya umrah atau kebutuhan lainnya.

Selain pembiayaan/pinjaman konsumsi dan investasi,bank syariah juga menyediakan pinjaman modal kerja bagi pengusaha yang membutuhkan tambahan modal kerja, baik untuk keperluan membeli bahan baku, pembayaran biaya produksi, pengadaan barang dan jasa, pengerjaan proyek maupun untuk kebutuhan modal kerja lainnya.

Namun sistem pembiayaannya yang bermacam-macam dan dalam hal ini bank bertugas sebagai intermediasi uang tanpa meminjamkan dana dan memberi bunga (tambahan kewajiban) pada dana yang dibawa oleh nasabah sebagai pinjaman.

Sebagai gantinya ada beberapa metode Jenis pinjaman Bank Syariah untuk modal kerja yang ditawarkan dapat dipilih sesuai kebutuhan, bisa menggunakan skema jual beli (murabahah) ataupun dengan skema kemitraan bagi hasil (mudharabah dan musyarakah). Sedangkan pembiayaan modal kerja syariah adalah suatu pembiayaan jangka pendek yang diberikan kepada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja usahanya berdasarkan prinsip-prinsip syariah.

Fasilitas dari pembiayaan modal kerja itu sendiri dapat diberikan kepada seluruh sektor/subsektor ekonomi yang dinilai prospek, tidak bertentangan dengan syariat Islam dan tidak dilarang oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta yang berlakukan oleh Bank Indonesia. Modal kerja syariah dapat dibagi menjadi beberapa komponen yaitu: sebagai alat likuid (cash), piutang dagang (receivable), dan persediaan (inventory) yang umumnya terdiri atas persediaan bahan baku (raw material), persediaan barang dalam proses (work in process), dan persediaan barang jadi (finished goods).

Oleh karena itu, pembiayaan modal kerja merupakan salah satu atau kombinasi dari pembiayaan likuiditas (cash financing), pembiayaan piutang (receivable financing), dan pembiayaan persediaan (inventory financing).Bank syariah dapat memenuhi seluruh kebutuhan modal kerja dengan menjalin hubungan partnership dengan nasabah, dimana bank bertindak sebagai penyandang dana (shahibul maal), sedangkan nasabah sebagai pengusaha (mudharib).

Berikut Skema Akad Pinjaman Di Bank Syariah #BankSyariah#JadiLebihBaik Click To Tweet

Skema pembiayaan seperti ini disebut dengan mudharabah (trust finanshing). Fasilitas ini dapat diberikan untuk jangka waktu tertentu,biasanya dana digunakan untuk pembiayaan modal usaha seperti perdagangan jasa maupun produk. Selain itu, dana juga digunakan untuk investasi khusus dimana sumber dari dana khusus disalurkan secara khusus pula dengan syarat yang telah ditetapkan oleh pihak banka sebagai penyalur dana pinjaman. Akad dari mudharabah adalah al muzara’ah yang artinya adalah kerja sama dalam hal pengolahan pertanian antara dua pihak yang berperan sebagai pemilik lahan dan penggarap lahan. Pemilik lahan akan memberikan lahan miliknya kepada penggarap untuk diolah atau ditanami sesuatu sekaligus dipelihara.

Nantinya ada bagi hasil dengan prosentase yang telah dihitung dari hasil panen untuk penggarap. Setelah jatuh tempo, nasabah mengembalikan jumlah dana tersebut beserta porsi bagi hasil (yang belum dibagikan) yang menjadi bagian bank.

Sementara itu, muzara’ah berbeda dengan al musaqah yang artinya adalah penggarap lahan hanya memiliki tanggung jawab berupa penyiraman sekaligus pemeliharaan. Untuk kompensasinya, penggarap boleh mendapatkan nisbah dari hasil panen dengan jumlah tertentu. Tersedia juga adanya pembiayaan yang menggunakan sistem jual beli. Terbagi menjadi beberapa bagian yaitu al murabahah yang artinya adalah jual beli yang diperoleh dari modal ditambah dengan keuntungan yang jumlahnya diketahui. Sementara itu tersedia juga bentuk lainnya yang disebut dengan bai’ as-salam dimana pembeli wajib untuk membayar seluruh harga barang atau harta yang telah disepakati sebelumnya di muka.

Sementara untuk akad jual beli lainnya disebut dengan bai’ al-istiana dimana bentuk proses pembuatan atau pemesanan barang berdasarkan dari kriteria dan persyaratan tertentu yang sebelumnya telah disepakati oleh penjual dan pemesan.

Dalam prinsip syariah, macam-macam jenisnya masih lebih banyak lagi dan kali ini pembiayaanya memiliki prinsip sewa. Dalam prinsip sewa tersedia dua akad yaitu Al-Ijarah dan Muntahiya Biltamlik. Ijarah artinya sebuah perjanjian sewa suatu barang dengan tenggang waktu tertentu melalui adanya pembayaran sewa. Sementara untuk muntahiya adalah sebuah akad sewa menyewa suatu barang tertentu yang nantinya diakhiri dengan adanya perpindahan status kepemilikan barang dari yang sebelumnya milik pemberi sewa dan kini menjadi milik pihak yang menyewanya.

Terakhir ada yang disebut dengan pembiayaan berlandaskan prinsip jasa pelayanan. Bagian akadnya adalah al wakalah yang merupakan sebuah perjanjian perwakilan antara kedua belah pihak yang terikat dan umumnya terdapat L/C atau yang disebut dengan Letter of Credit untuk menyetorkan dana dari satu nasabah menuju pihak lain.

Dengan mengetahui macam-macam jenis akad dan bentuk pinjaman yang disediakan bank syariah maka rekan-rekan mampu mendapatkan informasi lengkap mengenai jenis pembayaran sekaligus dengan jenis akad-akad apa saja yang tepat dilakukan sesuai dengan syariat Islam.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment