441 views 0 comments

Single dan Kaya, Mau?

by on 11/04/2017
 

Enaknya masih lajang itu, kita bisa atur sendiri penghasilan yang kita peroleh.

Kamu masih single (lajang)? Enaknya masih lajang itu, kita bisa atur sendiri penghasilan yang kita peroleh. Tapi, kadangkala ada juga yang suka kebablasan dan malah konsumtif. Ujung-ujungnya berutang dan makin lama makin numpuk. Hiii…ngeri kan. Jangan sampai nanti malah terlilit utang.

Oleh karena itu, perencanaan keuangan juga penting buat para lajang, loh. Nah, seperti apa sebaiknya perencanaan keuangan buat mereka yang masih lajang? Agar masih bisa hang out sama teman, tapi dompet nggak bocor dan persiapan masa depan juga tertata dengan baik?

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan memahami sumber pendapatan dan pola pengeluaran, kemudian menyusun anggaran bulanan. Setelah itu tinjaulah pengeluaran kamu. Coba dicek apakah dari alokasi yang ada, kamu sudah dapat menabung minimal 10 persen dari pendapatan yang diterima.

Ketika masih lajang dan merasa bebas menentukan kebutuhan untuk diri sendiri memang bukan berarti berfoya-foya. Kamu tetap harus menabung minimal 10 persen dari penghasilan. Malah, kalau masih ada sisa pendapatan yang cukup besar, ada baiknya jika kamu bisa menyisihkan 30-50 persen dari pendapatan.

Nah, untuk menabung ini bisa dibiasakan dengan menyisihkan alokasi tabungan setelah gajian dan mengurangi pos pengeluaran yang tidak perlu. Mulailah berbelanja dengan cermat dan cerdas. Jangan terlalu terburu nafsu kalau belanja. Pikirkan terlebih dulu apakah kamu memerlukan barang itu.

Untuk memudahkan alokasi pendapatan, para lajang pun diimbau memiliki beberapa rekening di bank. Misalnya, rekening pertama digunakan untuk operasional kebutuhan sehari-hari, rekening kedua khusus untuk tabungan, dan rekening ketiga untuk menyiapkan dana pensiun. Nah, dalam hal ini kamu harus disiplin, ya… Jangan lirik-lirik rekening bank yang memang ditujukan untuk tabungan dan dana pensiun.

Selain itu, jangan lupa pula mengalokasikan dana darurat. Dana ini tidak dapat diduga besaran jumlahnya dan kapan dibutuhkan karena bersifat sebagai cadangan jika terjadi sesuatu terhadap diri kita. Sisihkan saja antara 5-10 persen untuk dana darurat dan pastikan kamu juga tidak mengambil dana ini, kecuali sangat dibutuhkan.

Pikirkan lagi, apakah kamu memerlukan barang itu? Click To Tweet

Jika punya keinginan membeli barang di luar kebutuhan primer atau rencana berlibur, menabung saja dulu. Secara keseluruhan, perencanaan keuangan bagi para lajang simpel saja. Jangan sampai lebih besar pasak dari tiang, atau pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Disiplinlah dan jaga komitmen kamu dalam merencanakan keuangan.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment