Knowledge Base
440 views 0 comments

Siapa Saja yang Berperan Dalam Penerbitan SBSN?

by on 11/07/2017
 

Ada enam pihak yang berperan dalam penerbitan sukuk negara.

Pemerintah memiliki jadwal penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) setiap tahun. Dalam setiap penerbitannya ternyata tidak hanya pemerintah yang berperan. Ada pula beberapa pihak lainnya yang punya peran tidak kalah penting dalam penerbitan SBSN atau sukuk negara. Siapa saja?

  1. Menteri Keuangan atas nama Pemerintah

Kementerian Keuangan berperan sebagai pihak yang memiliki underlying asset dan bertanggungjawab atas pembayaran pokok serta imbal hasil sukuk yang diterbitkan.

Dalam setiap penerbitan sukuk negara ini tugasnya diemban oleh Direktorat Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI.

  1. Perusahaan Penerbit SBSN

Perusahaan Penerbit SBSN berperan sebagai Special Purpose Vehicle (SPV), yaitu badan hukum yang didirikan khusus untuk menerbitkan sukuk. Perusahaan Penerbit SBSN ini memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai penerbit SBSN dan wali amanat dari investor.

  1. Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) memiliki cukup banyak peran dalam penerbitan sukuk negara. Diantaranya berperan sebagai Agen Pembayar untuk SBSN yang diterbitkan di psar perdana dalam negeri. Sebagai Agen Pembayar, BI bertanggung jawab atas penerimaan dana hasil penerbitan sukuk, pembayaran imbalan dan pokok sukuk saat jatuh tempo.

Selain sebagai Agen Pembayar, BI juga berperan sebagai Agen Penatausahaan bagi sukuk negara yang diterbitkan di dalam negeri dengan melakukan pencatatan kepemilikan, kliring dan setelmen. Dalam setiap lelang sukuk, BI pun dapat menjadi agen lelang SBSN.

  1. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI)

Sebagaimana produk keuangan syariah lainnya, setiap penerbitan sukuk negara juga harus dipastikan sesuai prinsip syariah. Oleh karena itu, dalam penerbitan sukuk negara, DSN MUI bertindak sebagai Sharia Advisor, yaitu pihak yang memberikan fatwa atau pernyataan kesesuaian terhadap prinsip-prinsip syariah atas sukuk yang diterbitkan.

  1. Investor

Investor tentu menjadi pihak yang penting dalam penerbitan SBSN. Investor sebagai pemegang sukuk negara punya kepentingan atas underlying asset melalui Perusahaan Penerbit SBSN. Baik investor institusi maupun investor ritel bisa membeli sukuk negara.

  1. DPR

Dalam penerbitan SBSN memerlukan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setiap tahunnya. Ini dikarenakan SBSN merupakan bagian dari Surat Berharga Negara yang bertujuan untuk memenuhi pembiayaan APBN. Melalui pengesahan APBN, DPR berarti telah memberikan persetujuan atas SBSN sebagai bagian dari nilai maksimal penerbitan Surat Berharga Negara dalam satu tahun anggaran.

  1. Agen Penjual

Pihak yang ditunjuk pemerintah untuk menjadi agen penjual sukuk negara. Agen penjual ini berperan dalam penawaran sukuk ritel dan sukuk tabungan. Mereka inilah yang akan mengumpulkan pemesanan pembelian dalam periode penawaran yang telah ditentukan.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment