Pasar Modal Syariah
1657 views

September 2016, Sukuk Tabungan Diluncurkan

by on 15/07/2016
 

Mekanisme pembelian sukuk tabungan ini sama dengan sukuk ritel.

Pemerintah akan menerbitakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk tabungan pada kuartal III tahun ini.

Peluncuran produk syariah ni seiring penerbitan peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 19/PMK.08/2015 tentang Penerbitan dan Penjualan SBSN Tabungan.

“Insya Allah sukuk tabungan akan diterbitakan diperkirakan akhir Agustus atau awal September tahun 2016 ini. Penerbitan sukuk tabungan ini untuk meningkatkan jumlah investor di pasar modal,” kata Direktur Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto saat ditemui AkuCintaKeuanganSyariah di sela-sela halal bihalal IAEI di Jakarta, Kamis malam (14/7).

Menurutnya, instrumen produk syariah teranyar ini menyerupai saving bonds ritel (SBR) yang sebelumnya telah diterbitkan oleh pemerintah. Bedanya, SBSN tabungan merupakan instrumen syariah yang bisa diterbitkan menggunakan akad ijarah, istishna, musyarakah, mudarabah, akad yang berdasarkan kombinasi dari dua akad atau lebih, ataupun akad lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa mekanisme pembelian sukuk tabungan ini akan sama seperti mekanisme pembelian sukuk ritel. Begitu pula dengan agen penjualnya. Agen penjual sukuk ritel SR008 nantinya akan menawarkan pula sukuk tabungan. Setidaknya ada 26 agen penjual.

Adapun  hal yang membedakan antara sukuk ritel dengan sukuk tabungan adalah fitur produknya. Sukuk Ritel jatuh tempo 3 tahun dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable). Sedangkan, sukuk tabungan jatuh tempo 2 tahun dan non tradable.

“Meski non tradable, pemerintah  akan menetapkan mekanisme  early redemption (investor menjual kembali kepada pemerintah) pada akhir tahun pertama.Sehingga dapat menarik investor untuk masuk,” ungkapnya.

Sukuk tabungan jatuh tempo 2 tahun dan non tradable Click To Tweet

Terkail imbal hasil yang akan diberikan, lanjutnya, yakni akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi pada saat itu ketika sukuk tabungan diterbitkan.

“Imbal hasilnya tergantung pada kondisi saat itu, sehingga kalau sukuk tabungan diterbitakan bulan September. Tentunya akan mencerminkan kondisi ekonomi pada bulan September itu,” pungkasnya.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment