Pasar Modal Syariah
183 views

Sejarah Profesi Financial Planner Terbentuk Untuk Pertama Kalinya

by on 05/09/2017
 

Setiap orang memiliki cita-cita dalam hidupnya. Ada yang ingin menikah di usia tertentu, ada yang ingin membeli rumah, ada yang ingin membeli mobil, ada yang ingin mempersiapkan sekolah bagi putra-putrinya dan ada pula yang ingin hidup mapan di usia pensiun.

Apabila Anda pernah mengucapkan salah satu kalimat diatas dalam hati, saya yakin Anda tidak sendirian. Manusia memang ditakdirkan untuk punya keinginan alias WANTS, dan diberi kesempatan untuk mewujudkannya. Nah, sayangnya, seringkali kita akhirnya mewujudkan WANTS yang tidak penting, sehingga penghasilan setiap bulan sepertinya habis tak bersisa tanpa arti.

Membuat keinginan tersebut tidak mudah untuk dicapai, apalagi bila mempertimbangkan kenyataan yang ada dimana laju kenaikan biaya hidup tidak sebanding dengan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan. Untuk itu setiap orang harus memiliki suatu perencanaan keuangan dalam hidupnya dalam rangka mencapai apa yang dicita-citakannya.

Sejarah Profesi Financial Planner Terbentuk Untuk Pertama Kalinya #FinancialPlanner Click To Tweet

Hal tersebut diperkuat oleh pernyataan CEO Financial Services,Ric Edelman dalam bukunya yang berjudul “The Truth About Money” memaparkan 11 alasan mengapa perencanaan keuangan sangat dibutuhkan yaitu sebagai berikut ini :

  1. Ini dapat melindungi Anda dan keluarga dari berbagai risiko yang berdampak secara finansial seperti kecelakaan, terserang penyakit, kematian, dan tuntutan hukum.
  2. Mengurangi hutang-hutang.
  3. Membiayai kehidupan disaat usia Anda tidak lagi produktif.
  4. Membayar biaya-biaya untuk keperluan anak.
  5. Mampu menyediakan biaya sekolah anak hingga tingkat sarjana.
  6. Membiaya biaya pernikahan anak-anak.
  7. Membeli kendaraan
  8. Membeli rumah
  9. Menentukan masa pensiun dengan gaya hidup yang kita inginkan.
  10. Membayar biaya-biaya perawatan yang bersifat jangka panjang.
  11. Mewariskan kesejahteraan kepada generasi berikutnya.

Perencanaan keuangan adalah proses untuk merencanakan dan mengelola keuangan pribadi,keluarga,klien dalam rangka mencapai apa yang dicita-citakannya. Orang yang berprofesi dalam bidang perencanaan keuangan ini dikenal dengan sebutan perencana keuangan (financial planner). Tugas dari seorang perencana keuangan adalah membantu mewujudkan mimpi/cita-cita dari klien yang dibantunya dengan mengelola dan mengalokasikan dana pada investasi-investasi yang produktif. Sehingga dapat mempersiapkan masa tua yang terbebas dari utang, hidup sejahtera, serta memiliki perencanaan keuangan yang baik.

Melihat 11 alasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kita perlu melakukan perencanaan keuangan namun pertanyaan yang timbul selanjutnya adalah apakah kita mampu melakukan perencanaan keuangan sendiri apabila diri kita belum mumpuni maka tidak salahnya kita dapat berkonsultasi kepada Financial Planner dimana Profesi ini sendiri sebenarnya telah tumbuh di dunia sejak di lakukannya pertemuan diantara 13 orang praktisi keuangan di O’hare Inn, O’hare International Airport di Chicago Illinois pada hari Sabtu, 12 Desember 1969.

Pertemuan tersebut di jembatani oleh Loren Danton yang saat itu menjabat sebagai Direktur Eksekutif dari Mutual Fund Council di New York City. Pada pertemua tersebut, Dunton membawakan agenda yang disebut sebagai “Preliminary IAFC (International Association for Financial Counseling) National Committee and Financial College Organizational Meeting.”

Hasil dari pertemuan tersebut adalah: 1) Membentuk organisasi/masyarakat Financial Counselling (The society for financial counseling) , 2) Mencari anggota organisasi (The International Association for Financial Planner-IAFP), dan 3) Membentuk institusi pendidikan (The College for Financial Planning).

Menyusul berikutnya pada tanggal 13 oktober 1973 dilakukan upacara wisuda pertama dari  The College for Financial Planning, dimana pada saat itu para wisudawan membentuk The Institute of Certified Financial Planners (The ICFP). Organisasi ICFP tersebut  bersama dengan IAFP dan The College menjadi motor penggerak tumbuh kembangnya profesi perencana keuangan. Pada tahun 2000 dilakukan penggabungan antara IAFP dan ICFP menjadi The Financial Planning Association (FPA).

Selain organisasi tersebut, pada tahun-tahun selanjutnya mulai bermunculan pula organisasi perencana keuangan seperti pada tahun 1984 The International Association for Registered Financial Planners (IARFC), dengan presiden pertamanya Jack Gargan.

Di Indonesia sendiri profesi Financial Planner berkembang setelah krisis ekonomi tahun 1998 terjadi. Pada saat ini ataupun masa yang akan datang, kebutuhan akan profesi Financial Planner akan semakin meningkat.

Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya kesulitan dan kerumitan atas produk-produk keuangan yang tersajikan dan ditawarkan di masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas hidup pribadi ataupun kehidupan keluarga.Semoga dengan informasi ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan yang belum dapat mengelola financial secara mandiri.

 

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment