Bank Syariah
613 views

Saya dan Bank Syariah

by on 18/08/2015
 

Awal mula saya mengenal bank syariah adalah saat Saya menjadi seorang mahasiswa baru. Tepatnya di tahun 2006. Waktu itu, setelah pengumuman snmptn dan Saya lulus masuk ke universitas yang Saya inginkan, bapak menghadiahkan sebuah kartu atm untuk Saya. ATM syariah.

Namun ada sedikit rasa penasaran di pikiran Saya. Penasaran akan bank syariah tersebut. Sebab nama bank tersebut begitu tidak familiar di telinga. Saya pun mengajukan beberapa pertanyaan kepada bapak. Yang pertama adalah kenapa bapak memilih membuat ATM bank syariah ?. Kata bapak, beliau memilih bank syariah sebab dapat rekomendasi dari temannya yang sudah lebih dulu menjadi nasabah bank syariah tersebut. Di samping itu juga ada beberapa tawaran yang cukup menarik menurut bapak.

Sayangnya, akhir-akhir ini baru Saya sadari bahwa ada beberapa ketentuan yang berubah. Tidak seperti dulu. Ketentuan yang sekarang, menurut Saya cukup memberatkan. Seperti, penarikan di ATM bersama akan dikenakan biaya dan lebih mahal daripada saat melakukan penarikan di ATM bank syariah itu sendiri. Kemudian biaya untuk transfer, juga dapat dikatakan cukup mahal daripada bank lain.

Sistem bagi hasil yang diterapkan juga terasa memberatkan. Hal inilah yang juga dirasakan bapak, sebagai nasabah setia bank tersebut. Beberapa kali beliau mengecek buku tabungan syariah beliau, beliau mendapati nominal tabungan yang tidak bertambah. Kalau dulu, beliau masih mendapati nominal tabungan beliau bertambah. Kalau sekarang malah berkurang. Bagi hasil tak hanya memberatkan bahkan terasa tidak jelas. Sayang sekali.

Namun, selain dari kekurangan yang Saya sebutkan di atas, ada beberapa hal yang membuat Saya terkesan pada bank syariah tersebut yakni pada saat Saya membuat tabungan dan ATM untuk Saya sendiri (tidak memakai atm bapak lagi). Tepatnya di bank syariah cabang Malang. Waktu itu, Saya terkesan pada suasana di dalam bank syariah tersebut. Nuansa Islami begitu terasa.

Dimulai pada saat Saya membuka pintu bank tersebut. Saya segera disambut oleh ucapan ‘assalamualaikum’ dari petugas keamanan bank tersebut. Yang kedua adalah, pada saat Saya tengah, menunggu giliran untuk membuat tabungan. Saat itu, telinga Saya menangkap lantunan ayat-ayat suci al quran yang terdengar lembut dari pengeras suara bank tersebut. Yang ketiga adalah, saat melihat kostum yang dikenakan oleh para petugas bank tersebut. Petugas wanita berhijab dan berbusana sopan juga rapi. Dan terakhir adalah pelayanan dari para petugas yang cukup ramah dan informatif.

Oleh: Inda Chakim
URL: http://mumaken.blogspot.com/2015/08/saya-dan-bank-syariah.html

Details
 
comments
 
Leave a reply »

 
  • Muhammad Pemuka Nitigama
    19/08/2015 at 09:18

    untuk bagi hasilnya, pakai akad apa kalau boleh tahu ? Soalnya tidak bisa semua disamakan proyeksi bagi hasilnya. Seperti misal, kalau kita menitipkan saja, tentu tidak dapat bonus, malah dikenakan biaya penitipan. Tapi kalau investasi, ya jelas dapat bagian dari bagi hasil keuntungan


You must log in to post a comment