Bank Syariah
695 views

Saya, Bank Syariah, dan dia

by on 10/08/2015
 

Memang benar bank syariah banyak membutuhkan sumber daya insani. Namun untuk mencari yang handal, strategi yang digunakan rata-rata adalah mengambil mereka yang sudah berpengalaman di tempat lain. Belum semua bank syariah mengembangkan sistem development program yang baik. Hanya beberapa bank syariah besar saja. Padahal, banyak universitas yang kini membuka program perbankan syariah sebagai jurusannya. Linkage program antara universitas dan industri keuangan syariah nyatanya belum berkelindan dengan semestinya.

Padahal, sumber daya yang baik dengan sistem perekrutan yang profesional adalah salah satu penunjang majunya perbankan syariah di Indonesia. Semakin lama berkecimpung di lembaga keuangan syariah, semakin tahu bahwa praktek perbankan syariah yang saat ini dijalankan belum benar-benar sesuai syariah. Contohnya, dalam perhitungan deposito, masih digunakan rate (bunga) sebagai basis perhitungannya walaupun di bilyet deposito yang diberikan pada nasabah tertera nisbah (bagi hasil) antara bank syariah dan nasabah. Begitupun dalam perhitungan tabungan dan giro.

Tidak jauh berbeda dalam perhitungan pembiayaan seperti modal kerja atau pembiayaan investasi. Semuanya masih disandarkan atau setidaknya rate yang berlaku umum masih menjadi acuan. Ini memang tantangan yang dihadapi bank syariah saat ini. Lalu apa bedanya jika bank syariah selalu mempersamakan nisbah kepada bunga yang berlaku? Pada akhirnya, ketika suku bunga tinggi, pembiayaan di bank syariah pun menjadi lambat, dan kredit macet menjadi tinggi.

Padahal, secara teori, bank syariah melakukan akad sesuai kapasitas kerja dan kontribusi masing-masing pihak. Pada akhirnya, bank syariah pun terkena imbas ekonomi seperti yang saat ini terjadi. ini menurut saya PR besar yang dihadapi bank syariah saat ini. Bagaimanapun, bank syariah harus tetap kita dukung bersama agar lebih baik di masa depan. Catatan ini adalah kritik konstruktif agar bank syariah semakin bermanfaat bagi masyarakat luas di Indonesia, membawa keberkahan dan kebaikan bagi semua pihak.

Jika bukan kita yang memajukannya, siapa lagi yang melakukan? Mayoritas penduduk muslim di bumi pertiwi ini menggantungkan harapannya di pundak kita yang peduli dan mau berjuang membangun ekonomi syariah yang dianggap lebih memberikan keadilan dan pemerataan ekonomi. I love bank syariah.

Oleh: Gufron Hidayat
URL: https://gufronhidayat.wordpress.com/2015/08/09/saya-bank-syariah-dan-dia-2/

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment