Knowledge Base
476 views 0 comments

Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana Konvensional, Apa Bedanya?​

by on 06/06/2017
 

Pengelolaan investasi reksa dana syariah harus memenuhi ketentuan prinsip syariah.

Instrumen reksa dana syariah di Indonesia tercatat baru hadir di akhir era 1990-an. Masih terbilang baru dibanding reksa dana konvensional yang sudah hadir lebih dulu. Tak heran jika kemudian ada pandangan yang muncul kalau reksa dana syariah hanya meniru reksa dana konvensional semata. Padahal dua instrumen itu berbeda, loh. Lalu, apa saja perbedaan reksa dana syariah dan reksa dana konvensional?​

Pertama, pengelolaan portofolio investasi di reksa dana syariah harus dikelola sesuai prinsip syariah. Pengelolaan investasi yang mengarah ke spekulasi seperti perjudian sangat dilarang dalam strategi investasi reksa dana syariah. Sementara, di reksa dana konvensional, pengelolaan investasinya tanpa memerhatikan prinsip syariah.

Nah, karena kebijakan investasi reksa dana syariah harus sesuai prinsip syariah, makanya alokasi investasi reksa dana syariah harus ditempatkan pada instrumen keuangan syariah, seperti saham syariah, sukuk, deposito syariah dan instrumen syariah lainnya.

Saham perusahaan yang dapat dipilih manajer investasi untuk pengelolaan investasi reksa dana syariah juga nggak boleh sembarangan. Hanya saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang boleh dipilih. Secara periodik Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan DES setiap akhir Mei dan November setiap tahunnya, yang bisa menjadi panduan bagi manajer investasi dalam pengelolaan investasi reksa dana syariah.

Di lain pihak, di reksa dana konvensional kebijakan portofolio investasinya tak memiliki batasan tertentu. Isi portofolio investasi reksa dana konvensional bisa berupa efek syariah maupun efek non syariah, misalnya obligasi, saham dari emiten yang memproduksi rokok, alkohol, atau bank berbasis riba.

Selain hal diatas, poin lainnya yang membuat reksa dana syariah berbeda adalah adanya dewan pengawas syariah (DPS) yang berfungsi sebagai pengawas. Sementara, di reksa dana konvensional tidak ada yang namanya DPS. Tugas DPS ini diantaranya memastikan manajer investasi menempatkan dana investor sesuai prinsip syariah, memonitor proses cleansing dan menyetujui pelaksanaan investasi di perusahaan manajemen aset jika sudah berjalan sesuai syariah.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment