Pasar Modal Syariah
307 views

PT Paytren Aset Manajemen Kantongi Izin dari OJK

by on 25/10/2017
 

PT Paytren Asset Management besutan Ustadz Yusuf Mansur telah mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal itu tersosialisasi dari salinan Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor Kep-49/D.04/2017 perihal pemberian izin usaha perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai manajer investasi syariah kepada PT Paytren Aset Manajemen.

Adapun dari putusan tersebut diketahui PT Paytren Aset Manajemen mengajukan izin usaha pada 10 Juli 2017. Kemudian pada 6 Oktober 2017, PT Paytren Aset Manajemen menyampaikan kelengkapan dokumen kepada OJK terkait permohonan izin usaha sebagai manajer investasi. Adapun izin diterbitkan OJK pada 24 Oktober 2017.

“Alhamdulillaah dengan izin Allah, izin untuk Manajer Investasi Syariah dari OJK untuk PayTren Aset Manajemen, sudah keluar hari ini, 25 Oktober 2017. Mohon doa terus untuk izin eMoney BI untuk PayTren Payment Gateway,” demikian keterangan yang disampaikan Yusuf Mansur kepada awak media massa.

OJK juga telah memberikan persetujuan atas susunan pemegang saham, susunan permodalan dan susunan pengurus Paytren Asset Management. Adapun susunan pemegang saham terdiri dari Jam’an Nurchotib Mansur, Hari Prabowo dan Deddi Nordiawan,

Untuk Struktur  pengurus manajer investasi syariah ini diantaranya Komisaris Utama Jam’an Nurchotib Mansur, Komisaris Irfan Syauqi Beik, irektur Ayu Widuri, dan Direktur Sonny Afriansyah.

Dengan telah diperolehnya izin tersebut, maka PT Paytren Aset Manajemen mencatatkan sejarah sebagai perusahaan manajer investasi syariah untuk yang pertama kalinya di Indonesia.

Paytren Aset Manajemen sendiri adalah perusahaan penyedia jasa finasial dan teknologi berbasis syariah. Dengan melalui aplikasi Paytren, para anggotanya dapat mempergunakan untuk membayar tagihan, beli tiket dan memiliki skema bisnis menggiurkan. Sebagai informasi, seorang anggota yang hendak bergabung dengan Paytren dapat memilih paket basic senilai Rp 350.000 atau paket titanium Rp 10.100.000.

Aplikasi ini menawarkan komisi bagi anggota yang berhasil merekrut anggota baru. Nilai komisinya mulai dari Rp 75.000 per anggota baru dan Rp 25.000 per pasang anggota di bawah nasabah tersebut. Saat ini Paytren memiliki 1,4 juta anggota.

Dalam proses untuk pengeluaran izin untuk Paytren tersebut, OJK sendiri sebelumnya telah menyampaikan permintaan kelengkapan dokumen dan pemenuhan persyaratan terkait permohonan izin usaha sebagai Manajer Investasi Syariah.

Dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No 49/D.04/2017 tersebut, juga diterangkan bahwa PT Paytren Aset Manajemen telah menyampaikan kelengkapan dokumen terkait permohonan izin usaha sebagai Manajer Investasi.

PT Paytren Aset Manajemen ini sendiri berdiri dengan modal dasar Rp 25 miliar, dengan termasuk modal disetor Rp10 miliar.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment