Bank Syariah
154 views

PT Bank BNI Syariah Godok Produk Investasi Syariah Baru

by on 10/10/2017
 

Badan Pengelola Keuangan Haji ( BPKH) menargetkan dana haji dapat ditempatkan dalam investasi langsung pada tahun 2019 mendatang.Anggota BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan, penempatan dana melalui investasi langsung sekaligus untuk mencari nilai pengembalian yang nantinya dapat dipergunakan jemaah haji.

Adapun besaran dana yang akan dipakai untuk investasi langsung sebesar 10 persen dari total dana haji yang pada tahun 2019 diperkirakan mencapai Rp 121,1 triliun.

“Harus ada rasionalisasi biaya haji, nilai manfaat harus naik, itulah yang diupayakan. Bagaimana caranya? Kerja sama dengan lembaga keuangan dan mencari investasi langsung,” kata Anggito, dalam sosialisasi BPKH, di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).Perbankan syariah atau bank penerima setoran haji (BPS) nantinya dapat melakukan investasi langsung tersebut.

Seiring dengan BPKH PT Bank BNI Syariah mengaku sedang menggodok produk investasi syariah baru. Produk itu diharapkan bisa menjadi pilihan Badan Pengelola Keuangan Haji (BKPH) yang mengelola triliunan rupiah dana haji.

Selain itu, BPKH kini juga bekerja sama dengan Bappenas dan beberapa BUMN untuk mencari investasi langsung yang cukup menarik dan dijamin pemerintah. Dengan demikian, tidak ada risiko kerugian akibat investasi langsung tersebut.

PT Bank BNI Syariah mengaku sedang menggodok produk investasi syariah baru. Produk itu diharapkan bisa menjadi pilihan Badan Pengelola Keuangan Haji (BKPH) yang mengelola triliunan rupiah dana haji.

” Kami mempersiapkan produk keuangan mudharabah muqayyadah,” kata Plt. Direktur Bisnis PT BNI Syariah, Dhias Widhiyati, di Jakarta, Selasa, 10 Oktober 2017.

Menurut Dhias produk baru tersebut kini sedang dimatangkan dan diharapkan bisa sesuai dengan kriteria produ investasi yang dilirik BPKH. Salah satu yang ditawarkan BNI adalah yield investasi langsung yang mencapai 12,5 persen.

Sebelumnya, BPKH meminta perbankan syariah untuk membuat produk inovatif yang bisa digunakan sebagai penempatan dana haji. Lembaga ini berencana untuk mengurangi secara bertahap porsi dana haji di bank syariah, dari 65 persen menjadi 30 persen pada 2022.

” Tapi, bank wajib menggali untuk produk investasi. Harus ada inisiatif untuk diversifikasi produk,” kata Koordiantor BPKH Anggito Abimanyu.

Penempatan dana melalui investasi langsung diperbolehkan dalam Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji. Saat ini, dana haji sudah terkumpul sekitar Rp 100 triliun dan diperkirakan akan bertambah menjadi Rp 101,6 triliun hingga akhir tahun.

Dana haji itu berasal dari setoran jamaah dan manfaat sebesar Rp 92,6 triliun dan dana abadi umat sebesar Rp 3 triliun.

“Saat ini, 65 persen dana haji ditempatkan dalam dana pihak ketiga perbankan dan 35 persen sisanya di dalam Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI). Nanti tahun depan ada diversifikasi, dana haji bisa diinvestasikan dalam produk perbankan, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), sukuk, dan investasi langsung,” kata Anggito.

Rencananya, pada tahun 2018, BPKH akan menjajaki atau mencari instrumen investasi langsung yang nilai pengembaliannya optimal dan tidak ada resikonya.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment