IKNB Syariah
2037 views

Peta Keuangan Syariah Indonesia

by on 13/03/2016
 

Dua lembaga internasional, IRTI IDB dan Thomson Reuters memetakan potensi keuangan syariah Indonsia dalam Islamic Finance Country Report (IFCR) for Indonesia yang baru diluncurkan, Jumat (12/3). Anda dapat mengunduh laporannya di sini.

Sektor keuangan Islam di Indonesia menjadi salah satu sektor yang menarik bagi banyak investor asing. “Faktor ekonomi yang atraktif, demografi, dan dukungan pemerintah adalah hal yang diharapkan untuk memosisikan keuangan syariah sebagai salah satu sektor yang berkembang pesat. Tentunya, jika berkembang pesat akan menarik bagi investor asing”, kata Direktur Jenderal Islamic Research and Training Institute Islamic Development Bank (IRTI IDB), Dr. Mohamed Azmi Omar dalam kata pengantar Islamic Finance Country Report for Indonesia, 2016.

Download Islamic Finance Country Report for Indonesia, 2016 di sini! Click To Tweet

Download Islamic Finance Country Report for Indonesia

Islamic Finance Country Report (IFCR) untuk Indonesia, adalah seri yang ketujuh yang diterbitkan oleh IRTI IDB, bekerjasama dengan Thomson Reuters. Khusus seri ketujuh ini, penulisan laporan disponsori oleh CIMB Islamic.

Oleh karena itu, bersama Dr. Mohamed Azmi Omar, ikut juga Kepala Keuangan Islam Thomson Reuters, Mustafa Adil Head, dan Sekretaris Jenderal CIBAFI, Abdelilah Belatik.

Sampai saat ini, Indonesia masih tertinggal di kawasannya dalam hal menarik investasi asing. Ketertinggalan sebagaimana diukur oleh patokan global seperti Ease of Doing Business”, kata laporan ini.

Pemerintah Indonesia kini berfokus meningkatkan daya tarik Indonesia bagi investor asing. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, antara lain menyederhanakan proses perizinan untuk investor asing yang ingin masuk ke Indonesia dan kini meningkatkan kualitas sumber daya manusia juga manajemen bencana.

Membangun sekotr keuangan juga penting jika Indonesia ingin memperbaiki iklim ekonomi dan menarik investor asing. Menurut ICD-Thomson Reuters Islamic Finance Development Report

2015, industri keuangan syariah global tumbuh 9,4% menjadi USD 1.8 Triliun pada 2014, dan Indonesia dianggap sebagai salah satu dari 10 pionir yang dianggap maju di jagat keuangan syariah global.

Indonesia dianggap sebagai salah satu dari 10 pionir keuangan syariah global Click To Tweet

Laporan ini memuat progres dan peluang pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia. Beberapa insight yang dapat dijadikan dasar analisa adalah pada 2014, industri keuangan syariah di Indonesia tumbuh menjadi Rp 559 Triliun, yang mengomposisi 3% dari total aset industri keuangan lokal yang mencapai Rp 16,380 Triliun.

Total aset industri keuangan syariah Indonesia tumbuh 10%, mencapai Rp 617 Triliun pada 2015. Jika dibandingkan dengan sektor keuangan konvensional, dari 2010 keuangan syariah bertumbuh lebih cepat (139% dan 42%). Nah, laporan ini, menurut penerbitnya menunjukkan beberapa kesempatan bagi pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia baik untuk subsektor retail dan koporasi. Dua subsektor ini dipetakan dalam laporan sebagaimana berikut:

  1. Retail: Islamic Banking, Takaful, Wealth Management, Sukuk, dan Islamic Social finance
  2. Corporate: Islamic Banking, Takaful, Asset Management, dan Sukuk
Data 2015

  • Industri Perbankan: 13 Juta rekening dana, 3000 jaringan kantor, kue pasar perbankan syariah dibandingkan perbankan konvensional adalah 4,8% .
  • Pasar Modal: Kue pasar Islamic mutual funds: 4,5%, kue pasar pasar modal syariah/ sukuk: 3,2%.
  • Industri Keuangan NonBank: Kue pasar industri keuangan non bank syariah dibandingkan industri keuangan non bank konvensional adalah 3,1%.

Download Islamic Finance Country Report for Indonesia

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment