Knowledge Base
270 views 0 comments

Perbedaan Karakteristik Saham Syariah & Saham Konvensional

by on 01/08/2017
 

Perkembangan ekonomi suatu negara tidak lepas dari perkembangan pasar modal dalam negara tersebut.

Pasar modal di negara-negara maju, termasuk di negara-negara muslim sekalipun, menjadi salah satu indikasi pertumbuhan ekonomi sehingga layak untuk dicermati lebih lanjut.

Berinvestasi dalam instrumen keuangan (financial assets) menjadi salah satu pilihan yang paling banyak digemari oleh para pemilik modal untuk mengembangkan dana yang mereka miliki. Dalam pasar modal Indonesia dalam hal ini pasar modal syariah Bursa Efek Indonesia menyediakan fasilitas agar para investor dapat menanamkan modal pada perusahaan nasional dalam bentuk saham.

Saham-saham perusahaan yang tercatat di Bursa efek Indonesia  secara umum ditimbang dan dipantau dalam sebuah indeks, yaitu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ini belum mengelompokkan saham-saham secara lebih rinci, dan belum memasukkan prinsip-prinsip tertentu sehingga disebut konvensional. Sedangkan Indeks Saham Syariah Indonesia atau disingkat ISSI merupakan indeks saham yang mencerminkan keseluruhan saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI),konstituen ISSI adalah keseluruhan saham syariah yang tercatat di BEI dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES)

Dalam SOTS ini, terdapat saham-saham yang harus memenuhi kriteria syariah #PasarModalSyariah Click To Tweet

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, investasi yang berdasarkan prinsip-prinsip Islami berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Untuk investor yang berpegang pada prinsip syariah yang kuat maka lebih cocok menanamkan modalnya pada instrumen-instrumen investasi syariah, termasuk saham yang di aplikasikan dalam sebuah sistem teknologi yang dinamakan Sistem Online Trading Syariah “SOTS” Dalam SOTS ini, terdapat saham-saham yang harus memenuhi kriteria syariah. Mari kita simak perbedaan antara yang syariah dan konvensional

Indeks Saham Syariah Vs Indeks Saham Konvensional

Saham-saham yang berhak Di transaksikan saham yang terdaftar dalam DES”Daftar Efek Syariah” Saham syariah yang resmi adalah saham yang terdaftar dalam DES (Daftar Efek Saham). DES adalah daftar perusahaan mana saja yang memiliki saham syariah. Daftar ini diterbitkan oleh OJK dan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) 2 kali dalam satu tahun. untuk mengetahui saham-saham yang terdaftara di DES dapat melihat daftar ini di Daftar Efek Syariah

Sedangkan Saham – saham yang berhak Tergabung dalam Indeks Saham Konvensional adalah Indeks Saham Konvensional dikeluarkan oleh pasar modal konvensional, Indeks konvensional memasukkan semua saham yang terdaftar dalam bursa saham, Seluruh saham yang tercatat dalam bursa mengabaikan aspek halal-haram.

Mekanisme Transaksi Investasi Syari’ah Vs Mekanisne Transaksi Investasi Konvensional

Sebuah saham dapat dikategorikan sebagai saham syariah jika berasal dari perusahaan yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Contoh perusahaan yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah adalah sebuah Perusahaan yang Tidak mengandung transaksi Ribawi, Tidak terdapat transaksi yang meragukan (gharar), spekulatif, dan judi, Saham perusahaan tidak bergerak dalam pada bidang yang diharamkan. (alkohol, judi, rokok, dll), Transaksi penjualan dan pembelian saham tidak boleh dilakukan secara langsung untuk menghindari manipusi harga.

Sedangkan Mekanisme Transaki Investasi Konvensional Mempergunakan konsep bunga yang mengandung riba; Mengandung transaksi yang tidak jelas, spekulatif,  manipulatif, dan judi; Saham perusahaan bergerak dalam semua bidang baik haram maupun halal; Transaksi penjualan dan pembelian dilakukan secara langsung dengan menggunakan jasa broker sehingga memungkinkan para spekulan untuk mempermainkan harga

Kriteria Saham (Surat – Surat Berharga) Dalam Investasi Syariah Vs Saham (Surat – Surat Berharga) Dalam Investasi Konvensional

Saham yang diperdagangkan di pasar modal syariah  datang dari emiten yang memenuhi kriteria-kriteria syariah sebagai berikut :

  1. Tidak ada transaksi yang berbasis transaksi margin
  2. Tidak ada transaksi yang meragukan.
  3. Saham harus dari perusahaan yang halal aktivitas bisnisnya.
  4. Tidak ada transaksi yang tidak sesuai dengan etika dan tidak bermoral seperti manipulasi pasar, insider trading dan lain-lain.
  5. Instrumen transaksi dengan mengunakan prisip mudharabah, musyarakah,ijarah,istisna’, dan salam.

Sedangkan Saham yang diperdagangkan di pasar modal konvensional datang dari emiten yang memenuhi kriteria-kriteria syariah sebagai berikut :

  1. Saham yang diperdagangkan datang dari semua emiten tanpa mengindahkan halal-haram.
  2. Mengandung transaksi yang berbunga
  3. Semua perusahaan baik aktivitas bisnisnya halal atau haram.
  4. Mengandung transaksi yang manipulatif.
  5. Instrumen transaksi dengan menggunakan transaksi margin.

Demikian perbedaan karakteristik saham syariah dan saham konvensional,Pengen tau lebih lanjut perihal Pasar Modal Syariah yuk mari ikutan di agenda besar kami Investor Gathering Cirebon pada tanggal 12 Agustus 2017 di Hotel Swiss -Belhotel Cirebon cara daftarnya gampang kok dengan melakukan pendaftaran secara Online melalui link berikut ini daftar Investor gathering cirebon

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment