Knowledge Base
456 views 0 comments

Penerbitan Sukuk Negara Tahapannya Kayak Apa Sih? Intip Di Sini, Yuk!

by on 06/07/2017
 

Dalam penerbitan sukuk negara ternyata ada enam tahapan proses yang harus dilalui. Apa saja?

Setiap tahun pemerintah Indonesia selalu menerbitkan sukuk negara. Ada aja jadwal penerbitan sukuk. Malah, pemerintah secara rutin melakukan lelang project based sukuk dan surat perbendaharaan negara syariah setiap dua minggu sekali. Terus, kayak apa sih sebenarnya proses penerbitan sukuk negara? Yuk, kita lihat tahapan-tahapannya di sini:

1. Identifikasi Barang Milik Negara atau proyek yang akan dijadikan sebagai underlying aset

Sebelum menerbitkan sukuk, sudah pasti harus ada aset yang menjadi dasar penerbitannya. Oleh karena itu, dalam proses penerbitan sukuk negara, pemerintah harus terlebih dulu menentukan aset yang akan menjadi dasar penerbitan sukuk.

Syarat utama dalam menentukan aset yang menjadi underlying ini adalah asetnya harus riil dan bernilai ekonomis, serta aktivitas yang dijalankan tidak melanggar prinsip syariah. Aset yang bisa digunakan pemerintah sebagai underlying sukuk negara diantaranya adalah barang milik negara berupa tanah atau bangunan, maupun proyek infrastruktur.

2. Perumusan struktur Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang meliputi jenis akad, tenor, volume, denominasi, metode penerbitan

Saat akan menerbitkan sukuk, seluruh struktur SBSN atau sukuk negara harus dirumuskan, mulai dari akad yang digunakan sampai berapa lama tenornya. Dalam Peraturan Menteri Keuangan 118/PMK.08/2008 tentang Penerbitan dan Penjualan SBSN dengan Cara Bookbuilding di Pasar Dalam Negeri pun disebutkan bahwa target indikatif dan tanggal penerbitan SBSN juga harus ditetapkan sebelum penjualan SBSN.

3. Penyusunan dokumen syariah dan pasar modal

Proses selanjutnya adalah menyusun dokumen syariah dan pasar modal yang diperlukan dalam penerbitan dan penjualan SBSN. Diantaranya berupa dokumen transaksi aset SBSN, perjanjian perwaliamanatan, ketentuan dan syarat SBSN, dan memorandum informasi.

4. Permintaan pernyataan kesesuaian syariah atas akad SBSN

Sebagaimana produk keuangan syariah lainnya, pemerintah juga harus meminta pernyataan kesesuaian syariah ke Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia untuk penerbitan sukuk negara. Sehingga, investasi di sukuk negara sudah nggak diragukan lagi kesyariahannya!

5. Pelaksanaan penerbitan/penjualan, baik dengan metode lelang, bookbuilding, maupun teknik lainnya

Saat seluruh dokumen sudah lengkap, pemerintah bisa melaksanakan penerbitan/penjualan sukuk negara dan mengumumkannya ke publik. Penerbitan SBSN ini bisa dilakukan dengan metode lelang, bookbuilding, maupun private placement.

6. Setelmen SBSN

Usai masa penawaran sukuk berakhir, maka tiba saatnya untuk melakukan setelmen SBSN. Setelmen adalah penyelesaian transaksi sukuk negara yang terdiri dari setelmen dana dan setelmen kepemilikan sukuk. Di tahap ini jatah pembelian sukuk oleh investor akan dibagi-bagi oleh pemerintah.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment