1084 views 0 comments

Penentuan dan Pembagian Hasil Investasi Reksa Dana Syariah

by on 28/03/2016
 

Investasi hanya dapat dilakukan pada instrumen keuangan yang sesuai dengan Syari’ah Islam.

Investasi di instrumen keuangan syariah memiliki beragam ketentuan yang harus dipenuhi. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) pun telah menerbitkan Fatwa No 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah.

Dalam fatwa itu disebutkan hasil investasi yang diterima dalam harta bersama milik investor dalam reksa dana syariah akan dibagikan secara proporsional kepada para investor. Hasil investasi yang dibagikan tersebut pun harus bersih dari unsur non-halal.

Dengan demikian, Manajer Investasi harus melakukan pemisahan bagian pendapatan yang mengandung unsur non-halal dari pendapatan yang diyakini halal. Hasil investasi yang harus dipisahkan yang berasal dari non halal itu akan digunakan untuk kemaslahatan umat yang penggunaannya akan ditentukan kemudian oleh DSN MUI, serta dilaporkan secara transparan.

Di sisi lain, ada berbagai penghasilan investasi yang dapat diterima oleh reksa dana syariah. Dari saham dapat berupa dividen yang merupakan bagi hasil atas keuntungan yang dibagikan dari laba yang dihasilkan emiten, baik dibayarkan dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk saham. Selain itu, Rights yang merupakan hak untuk memesan efek lebih dahulu yang diberikan oleh emiten dan capital gain yang merupakan keuntungan yang diperoleh dari jual-beli saham di pasar modal.

Hasil investasi reksa dana syariah harus bersih dari unsur nonhalal Click To Tweet

Sementara, dari Obligasi yang sesuai dengan syariah dapat berupa bagi hasil yang diterima secara periodik dari laba emiten. Begitu pula dari dari Surat Berharga Pasar Uang yang sesuai dengan syariah dapat berupa bagi hasil yang diterima dari issuer, dan dari deposito berupa bagi hasil yang diterima dari bank syariah.

Perhitungan hasil investasi yang dapat diterima oleh reksa dana syariah dan hasil investasi yang harus dipisahkan dilakukan oleh Bank Kustodian. Setidak-tidaknya setiap tiga bulan dilaporkan kepada Manajer Investasi untuk kemudian disampaikan kepada para investor dan DSN.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment