Pasar Modal Syariah
583 views

Pemerintah Targetkan Sukuk Ritel Raup Dana Rp 30 Triliun

by on 18/02/2016
 

Pemerintah rutin menerbitkan sukuk ritel sejak 2009.

sukuk-ritel-ilustrasi-_140627112255-758Direktur Jenderal Direktorat Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengatakan, dalam rangka mengedukasi masyarakat Indonesia untuk berinvestasi dan mendukung keuangan inklusif, pemerintah rutin menerbitkan sukuk untuk investor ritel. Dari tahun ke tahun pencapaian penerbitan dan jumlah investor sukuk ritel pun semakin meningkat.

“Pada 2009 pemerintah menerbitkan sukuk ritel sebesar Rp 5,56 triliun dengan jumlah 14 ribu investor dan pada 2015 sukuk ritel mencapai Rp 21,95 triliun dengan jumlah investor 29 ribu,” katanya dalam konferensi pers Launching Sukuk Ritel SR-008 di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Kamis (18/2).

Pada penerbitan sukuk ritel tahun ini, lanjutnya, 26 agen penjual menyampaikan secara total mampu menjual hingga Rp 43 triliun. Namun, pemerintah menetapkan target indikatif sukuk ritel dalam rentang Rp 25 triliun hingga Rp 30 triliun. “Kalau permintaannya cukup tinggi kami akan upsize sampai Rp 30 triliun,” ungkap Robert.

Dana penerbitan sukuk ritel tersebut akan digunakan untuk membiayai defisit APBN dan pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Robert menambahkan dengan eksekusi penerbitan sukuk ritel akan menambah partisipasi masyarakat dalam APBN pemerintah, sehingga terlibat tidak langsung terhadap pembangunan infrastruktur Indonesia. “Di sisi lain, cita-cita investor domestik lebih banyak juga bisa tercapai,” katanya.

Sukuk ritel SR008 akan digunakan untuk membiayai defisit APBN dan proyek infrastruktur Click To Tweet

Sukuk ritel SR-008 berakad Ijarah Asset to be Leased dengan tenor tiga tahun atau jatuh tempo pada 10 Maret 2019. Masa penawaran berlangsung mulai tanggal 19 Februari-4 Maret 2016. Tanggal penjatahan pada 7 Maret 2016 dan tanggal penerbitan pada 10 Maret 2016. Underlying aset dari sukuk ritel SR-008 adalah kegiatan atau proyek yang ada di APBN 2016 dan barang milik negara yang sudah terbangun.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment