Pasar Modal Syariah
251 views

OJK Mengklaim Pertumbuhan Pasar Modal Syariah Meningkat 100%

by on 13/11/2017
 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perkembangan pasar modal syariah semakin baik dari waktu ke waktu. Hal itu terlihat dari beberapa angka indikator pasar modal syariah yang menunjukkan pertumbuhan secara signifikan.

Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Muhammad Thoriq, menyebutkan jumlah investor pemegang saham syariah saat ini terdiri dari 203 ribu investor, dimana mengalami peningkatan 100% dibandingkan 2015 baru sekitar 100 ribuan investor. Sedangkan jumlah pemegang unit efek reksadana terdiri dari 72 ribu investor, dibadingkan 2015 baru sekitar 50 ribu investor. Dari sisi produknya kini sudah mengalami peningkatan dan telah ada 362 saham yang masuk kedalam kategori saham syariah.

Selain itu, sudah terdapat 172 reksadana syariah, tumbuh 192 persen selama lima tahun, dimana pada tahun 2012  hanya terdapat 58 reksadana. Aset kelolaan reksadana juga meningkat 182 persen menjadi Rp 22 triliun dari lima tahun yang lalu baru sekitar Rp 8 triliun.

“Angka-angka yang perlu diapresiasi bahwa perkembangan pasar modal syariah semakin hari semakin baik,” ujar Muhammad Thoriq di acara peluncurkan program zakat saham Sazadah, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin 13 november 2017 .

Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK, Muhammad Thoriq mengatakan, setelah didalami, pertumbuhan yang besar tersebut disebabkan karena basis syariah yang kecil. Karenanya, tantangan ke depan yakni terus meningkatkan pertumbuhan dari posisi yang ada saat ini jangan malah menurun. Hal itu membutuhkan peran OJK, BEI dan industri secara bersama-sama.

“Karena berdasarkan hasil survei literasi nasional tantangan terbesar pasar modal adalah literasi, hanya 0,1%. Artinya dari 10 ribu orang hanya 1% yang memahami pasar modal, apalagi yang syariah. OJK, BEI dan pelaku pasar semuanya bergerak bersama-sama dalam melakukan edukasi pasar modal syariah tersebut,” Ujar Muhammad Thoriq.

Muhammad Thoriq menambahkan, OJK kini telah memiliki program-program pengembangan keuangan syariah dalam dua hingga lima tahun ke depan. Pertama, inovasi produk. Misalnya, zakat saham ini. OJK juga kini melakukan pengkajian produk-produk yang bisa mendorong pembangunan infrastruktur. Kedua, OJK akan memulai bagaimana dana-dana sosial yang terkumpul dapat berkontribusi dan bisa dikelola secara profesional di pasar modal syariah. Serta, ketiga penguatan peran pelaku pasar yang dinilai sebagai ujung tombak agar pasar modal syariah dapat dikenal oleh masyarakat umum.

Saat ini, OJK telah menerbitkan 10 regulasi terkait dengan pasar modal syariah. Paket peraturan tersebut diterbitkan pada 2015 yakni paket mengenai peraturan pasar modal syariah yang tidak diatur dalam pasar modal konvensional. Kemudian pada 2016 OJK menerbitkan mengenai aturan manajer investasi syariah dan unit pengelolaan investasi syariah. Aturan tersebut berlaku bagi sebuah perusahaan aset manajemen untuk mengelola reksadana syariah. Perusahaan bisa berbentuk unit atau bentuk entitas baru.

“Alhamdulillah tahun ini kita punya manajer investasi syariah dan ini yang pertama, yakni Paytren Asset Management. Ini menjadi yang pertama di Indonesia yang menerapkan full syariah. Mudah-mudahan ke depan ada manajer investasi lain yang mendorong perkembangan syariah,” ungkap Muhammad Thoriq.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment