Pasar Modal Syariah
723 views

OJK Dukung Penerbitan Sukuk Diaspora

by on 18/10/2016
 

Sukuk Diaspora perlu didukung dengan tata kelola yang baik dari pemerintah maupun swasta.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat potensi dana remitansi dari diaspora sangat besar, dan bisa dimanfaatkan untuk pendanaan pembangunan negara melalui instrument Sukuk Diaspora.

Sukuk Diaspora merupakan salah satu upaya dalam mendukung perkembangan sukuk di industri jasa keuangan untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia. “Sukuk Diaspora merupakan wujud berkonstribusi secara aktif dalam pembangunan negara. Selain peluang investasi, hal penting yang ingin digugah adalah rasa nasionalisme dan patriotisme,” papar Wakil Ketua OJK Rahmat Waluyanto, dalam keterangan resminya yang diterima AkuCintaKeuanganSyariah, Senin (17/10).

Rahmat menegaskan, bahwa Sukuk Diaspora perlu didukung dengan tata kelola yang baik dari pemerintah maupun swasta. Dengan demikian, dapat meningkatkan trust dan confidence bagi para pekerja migrant Indonesia, bahwa dana yang diinvestasikan aman dan digunakan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi negara.

Rahmat pun menyampaikan, bahwa Pekerja Migran Indonesia (PMI) memiliki sumber dana yang cukup signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 2014 tercatat 6,5 juta PMI yang bekerja di 142 negara di seluruh dunia.

Data Bank Indonesia (BI) tercatat pada 2014 remitansi yang dihasilkan oleh PMI sebesar 8,3 miliar dolar AS atau setara Rp 105.9 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 12.700 per dolar AS. Selain pekerja migrant Indonesia, keberadaan diaspora Indonesia lainnya yang berpotensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

[bctt tweet=”Sebagian besar komunitas diaspora memiliki rasa nasionalisme yang tinggi!” username=”acekaes”]

Wakil Presiden Indoensian Diaspora Network (IDN) Global, Region Amerika Djoko Waluyo mengatakan, sebagian besar komunitas diaspora memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan sangat ingin berkonstribusi kepada tanah air Indonesia. Selain itu, mereka juga membutuhkan investasi yang dapat menjamin masa tuanya. Namun, pada umumnya komunitas diaspora tersebut belum memahami alternatif investasi yang ada maupun bagaimana memulai berinvestasi di Indonesia.

”OJK diharapkan dapat mengenali potensi komunitas diaspora dan bersama-sama mengembangkan potensi dalam kaitannya dengan pembangunan Indonesia dengan lebih aktif melakukan edukasi dan sosialisasi kepada berbagai komunitas diaspora Indonesia,” pungkas Djoko.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment