IKNB Syariah
168 views

OJK Dorong Asuransi Syariah Sinergi dengan Fintech

by on 14/07/2017
 

Pangsa pasar asuransi syariah masih di bawah lima persen.

Industri keuangan syariah semakin berkembang dari tahun ke tahun, termasuk industri asuransi syariah. Perannya pun semakin besar dewasa ini dengan perkembangan produk asuransi syariah yang semakin berkualitas, komprehensif dan kompleks. Agar penetrasi asuransi syariah semakin besar, industri asuransi syariah pun didorong untuk bersinergi dengan lembaga keuangan syariah dan fintech.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan Edy Setiadi mengatakan, berbagai instrumen keuangan punya hubungan saling memengaruhi, sehingga perlu dilakukan sinergi. “Sinergi itu tidak hanya kerja sama dengan institusi keuangan tradisional tapi juga virtual,” ujarnya dalam Musyawarah Nasional Asosiasi Asuransi Syariah Nasional, Jumat (14/7).

Yang dimaksud sinergi dengan lembaga virtual adalah dengan perusahaan fintech. Menurutnya, sinergi dengan fintech perlu dilakukan untuk menurunkan biaya operasional dan mendorong tata kelola yang baik. “Saya senang sudah ada asuransi syariah yang bisa mengembangkan produk yang tech friendly. Jangan sampai ketinggalan dengan industri konvensional,” kata Edy.

Apalagi, lanjut Edy, bila asuransi syariah berupaya meningkatkan produk di bidang asuransi mikro. “Itu pasti ada biaya transaksi cukup tinggi. Kalau tidak dikembangkan melalui jaringan aplikasi memadai, maka biayanya akan besar sehingga bisa sulit mengembangkan penetrasi,” jelasnya.

Berdasar data OJK, pertumbuhan asuransi dalam lima tahun terakhir cukup fantastis dengan berkembang bisa tiga kali lipat, tidak hanya dari sisi aset tapi juga jumlah pelakunya. “Aset dari Rp 13 triliun menjadi Rp 36 triliun per April 2017, jadi hampir tiga kali lipat. Sementara, dari sisi perusahaan semula pada 2012 jumlahnya 44 perusahaan, sekarang sudah ada 58 entitas,” papar Edy.

Kendati demikian, tambah Edy, dari sisi market share asuransi syariah tercatat masih kurang dari lima persen, yaitu 4,98 persen. “Oleh karena itu, berbagai program akselerasi harus diupayakan bersama secara masif karena kita masih dihadapkan untuk membawa market share industri asuransi yang masih kurang dari lima persen,” pungkasnya.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment