Pasar Modal Syariah
1070 views

OJK Agresif Edukasi Pasar Modal Syariah

by on 19/05/2016
 

Literasi masyarakat tentang pasar modal di Indonesia baru 3,79 persen.

sardjitoDeputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sarjito mengatakan, berdasar hasil survei OJK jumlah masyarakat yang belum melek terhadap pasar modal masih tinggi. Angkanya mencapai 93,79 persen. Untuk mendorong perkembangan industri pasar modal di Indonesia, termasuk pasar modal syariah, pihaknya pun secara agresif melakukan edukasi dan sosialisasi, baik kepada pelaku pasar maupun investor.

Sarjito menuturkan, minimnya pemahaman mengenai sukuk menjadi tantangan tersendiri. “Hanya sedikit pelaku pasar yang memahami konsep sukuk. Kebanyakan persepsi pelaku industri soal penerbitan sukuk itu membutuhkan upaya dan biaya lebih besar, dan sukuk hanya bisa diterbitkan oleh perusahaan syariah. Oleh karena itu, kami juga melakukan capacity building untuk pelaku pasar, seperti issuer dan underwriter,” ujarnya saat ditemui disela-sela 1st Annual Islamic Finance Conference/Forum on Sukuk for Infrastructure Development, Selasa (17/5).

Selain itu, OJK pun agresif melakukan edukasi dan informasi dan membuat kurikulum sekolah mulai SD, SMP, SMA dan universitas, serta melakukan kunjungan ke kampus dan memberikan sosialisasi ke dosen. “Kami agresif untuk melakukan edukasi dan sosialisasi ke beberapa tempat. Beberapa waktu lalu kami ke Universitas Airlangga dan kota Surabaya membuat Keuangan Syariah Fair supaya masyarakat aware,” kata Sarjito.

Ia menuturkan, kebanyakan investor terutama investor individu tidak familiar dengan produk pasar modal syariah, termasuk sukuk. Maka, lanjutnya, tugas utama OJK adalah untuk mengedukasi mereka agar jumlah investor domestik meningkat, mengingat sampai sekarang kebanyakan investor berasal dari asing.

[bctt tweet=”OJK: Kami agresif mengedukasi dan sosialisasi keuangan syariah” username=”acekaes”]

“Karena menghadapi masyarakat yang belum melek keuangan, maka tugas utama kami untuk mengedukasi mereka. Jadi ketika ada yang menerbitkan sukuk bisa dibeli oleh investor domestik. Kami berharap investor domestik yang mayoritas muslim ini menjadi investor ritel yang tidak hanya di sukuk negara, tapi juga sukuk korporasi,” cetus Sarjito.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment