Knowledge Base
491 views 0 comments

Mengenal Skema Sukuk Negara Wakalah

by on 07/07/2017
 

Sukuk wakalah digunakan dalam penerbitan sukuk global, sukuk tabungan dan surat perbendaharaan negara syariah.

Saat pemerintah memulai penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada 2008, baru satu akad yang digunakan yaitu akad Ijarah. Namun, seiring waktu muncul kebutuhan akan akad syariah lainnya. Salah satunya adalah sukuk dengan akad wakalah.

Pada 2014, Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) pun menerbitkan fatwa khusus untuk mendukung penerbitan SBSN Wakalah. Fatwa DSN MUI No 95/DSN-MUI/VI/2014 tentang SBSN wakalah pun memuat ketentuan umum mengenai penerbitan sukuk wakalah, aset SBSN wakalah yang menjadi dasar penerbitan, hingga kewajiban penerbit SBSN.

Sukuk wakalah digunakan dalam penerbitan sukuk global, sukuk tabungan #ACKS Click To Tweet

Dalam fatwa itu disebutkan bahwa SBSN Wakalah adalah SBSN wakalah bit istitsmar. Apa itu? SBSN wakalah bit istitsmar adalah sukuk yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti kepemilikan atas bagian dari aset dalam kegiatan investasi yang dikelola oleh Perusahaan Penerbit SBSN selaku wakil dari investor.

Pada penerbitan sukuk wakalah ini, akad yang digunakan adalah wakalah tanpa ujrah (wakalah bil dunil ujrah) atau wakalah dengan ujrah (wakalah bil ujrah). Jika memakai wakalah bil ujrah, Penerbit SBSN wajib menyampaikan jumlah ujrah (upah) dan waktu pengenaannya. Dalam konsep sukuk wakalah, perusahaan penerbit SBSN pun wajib menyatakan bahwa dirinya bertindak sebagai wali Amanat/wakil dari investor untuk mengelola dana hasil penerbitan SBSN dalam berbagai kegiatan yang menghasilkan keuntungan.

Nah, sebagai wakil dari investor, perusahaan penerbit SBSN juga harus transparan menyampaikan kepada calon investor tentang rencana penggunaan dana dalam berbagai kegiatan yang akan dilakukan. Diantaranya mengenai rencana jenis kegiatan, komposisi kegiatan, perkiraan keuntungan masing-masing kegiatan dan perkiraan keuntungan komposit.

Saat memeroleh keuntungan dari hasil kegiatan investasi yang dilakukan oleh perusahaan penerbit SBSN, maka imbal hasil itu dapat diberikan kepada investor selama jangka waktu SBSN secara periodik dan/atau pada saat jatuh tempo sesuai kesepakatan. Lalu, seperti apa skema surat berharga syariah negara wakalah ini? Mari simak skemanya di bawah ini:

Keterangan Struktur Dasar SBSN Wakalah:

PENERBITAN

1a. Perusahaan Penerbit SBSN menyatakan dirinya bertindak sebagai wali amanat dari pemegang SBSN untuk mengelola dana hasil penerbitan SBSN dalam rangka kegiatan yang menghasilkan keuntungan.

1b. Penerbitan SBSN wakalah oleh Perusahaan Penerbit SBSN

2. Investor menyerahkan dana investasi kepada Perusahaan Penerbit SBSN

KEGIATAN INVESTASI DAN IMBALAN SBSN

3. Perusahaan penerbit SBSN melakukan berbagai kegiatan investasi yang menguntungkan, baik berupa kegiatan ijarah, tijarah, dan kegiatan lainnya yang sesuai prinsip syariah.

4. Dana kegiatan investasi

5. Keuntungan yang diperoleh dari hasil kegiatan tersebut akan diberikan kepada investor sebagai imbalan. Imbalan SBSN dapat diberikan selama jangka waktu SBSN secara periodik dan/atau pada saat jatuh tempo sesuai kesepakatan.

6. Pembayaran imbalan dilakukan secara periodik kepada investor.

JATUH TEMPO

7. Pada saat jatuh tempo, pemerintah membeli aset SBSN dengan membayar harga sesuai kesepakatan.

8. Pemerintah membayar atas pembelian aset SBSN.

9. Di akhir tenor sukuk dilakukan pelunasan SBSN kepada investor.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment