Knowledge Base
2104 views 0 comments

Mengenal Skema Sukuk Ijarah

by on 10/05/2017
 

Permintaan terhadap sukuk ijarah yang cukup tinggi membuat produk ini semakin berkembang.

Sukuk korporasi dapat diterbitkan dengan beragam pilihan akad. Namun, akad yang populer digunakan penerbit sukuk adalah akad Ijarah. Sebagian besar penerbitan sukuk korporasi di Indonesia pun menggunakan akad Ijarah. Permintaan terhadap sukuk ijarah yang cukup tinggi dari investor membuat produk ini semakin berkembang.

Akad yang populer digunakan penerbit sukuk adalah akad Ijarah #AkuCintaKeuanganSyariah Click To Tweet

Seperti apa sukuk ijarah itu? Sukuk Ijarah adalah sukuk yang diterbitkan berdasar akad ijarah, dimana satu pihak bertindak sendiri atau melalui wakilnya menjual atau menyewakan hak manfaat atas suatu aset terhadap pihak lain berdasarkan harga dan periode yang disepakati, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri.

Sukuk ini diterbitkan berdasar pada aset-aset tertentu yang memiliki nilai ekonomis, seperti bangunan, tanah maupun barang lain yang termasuk sebagai aset berharga. Nilai keuntungan sewa terhadap sukuk ini pun dapat berbentuk tetap dan berubah tergantung pada keinginan penerbit dan permintaan pasar.

Pada penerbitan sukuk ijarah ini, emiten menerbitkan sukuk ijarah dengan nilai tertentu yang didasarkan pada objek ijarah tertentu, dan pada saat yang bersamaan investor menyerahkan sejumlah dana sebesar nilai sukuk ijarah kepada emiten. Lalu, bagaimana skema dari sukuk ijarah ini? Nah, simak bagan berikut ini, yuk.

Keterangan:

  1. Atas penerbitan sukuk ijarah tersebut, Emiten mengalihkan manfaat objek ijarah kepada investor, dan investor yang diwakili wali amanat sukuk menerima manfaat objek ijarah (berupa fixed asset yang sudah ada dengan jenis aset dan spesifikasi yang jelas) dari emiten.
  2. Investor yang diwakili wali amanat sukuk memberikan kuasa (akad wakalah) kepada emiten untuk menyewakan objek ijarah tersebut kepada pihak ketiga.
  3. Emiten selaku penerima kuasa dari investor bertindak sebagai mu’jir (pemberi sewa) menyewakan objek ijarah tersebut kepada pihak ketiga sebagai musta’jir (penyewa).
  4. Atas objek ijarah yang disewa tersebut, pihak ketiga memberikan pembayaran sewa kepada emiten.
  5. Emiten meneruskan pembayaran sewa yang diterima dari pihak ketiga kepada investor berupa cicilan fee ijarah secara periodik sesuai dengan waktu yang diperjanjikan serta sisa fee ijarah pada saat jatuh tempo sukuk.

Struktur sukuk Ijarah seperti di atas sudah cukup banyak dipakai oleh beberapa korporasi di Indonesia. Diantaranya adalah PLN, Humpuss Intermoda Transportasi, Apexindo Pratama Duta, Indosat dan Metrodata Electronics.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment