Knowledge Base
328 views 0 comments

Mengenal Skema Sukuk Ijarah Sale and Lease Back

by on 21/07/2017
 

Sukuk Ijarah Sale and Lease Back telah didukung oleh fatwa DSN MUI.

Salah satu skema akad yang digunakan dalam penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara adalah Ijarah Sale and Lease Back. Apa itu? Akad Ijarah Sale and Lease Back adalah jual beli suatu aset yang kemudian pembeli menyewakan aset tersebut kepada penjual.

Dalam Fatwa DSN MUI No 72 tentang Surat Berharga Syariah Negara Ijarah Sale and Lease Back, pemerintah dapat menjual aset sebagai Obyek Ijarah kepada Perusahaan Penerbit SBSN atau pihak lain melalui wakilnya yang ditunjuk. Sementara, pembeli berjanji untuk menjual kembali aset yang dibelinya sesuai dengan kesepakatan.

Perusahaan Penerbit SBSN inilah yang menerbitkan sukuk negara sebagai bukti atas bagian kepemilikan Obyek Ijarah. Sukuk negara tersebut kemudian dibeli oleh investor. Selanjutnya, pemerintah akan kembali menyewa Obyek Ijarah dengan memberikan imbalan kepada investor selama jangka waktu sukuk negara.

Dalam Ijarah Sale and Lease Back yang menjadi underlying asset sukuk negara adalah barang milik negara berupa tanah atau bangunan, maupun proyek pembangunan. Lalu, seperti apa skema penerbitan sukuk negara Ijarah Sale and Lease Back? Cek gambar skemanya di bawah ini:

PENERBITAN SBSN:

1a. Penjualan hak manfaat Barang Milik Negara (BMN) oleh Pemerintah kepada Perusahaan Penerbit SBSN untuk digunakan sebagai Aset SBSN (Akad Bai’).

1b. Penerbitan SBSN oleh Perusahaan Penerbit SBSN sebagai bukti atas penyertaan/ kepemilikan investor terhadap Aset SBSN.

1c. Dana hasil penerbitan SBSN dari investor (pembeli SBSN) kepada Perusahaan Penerbit SBSN

1d. Pembayaran atas pembelian hak manfaat Aset SBSN oleh Perusahaan Penerbit SBSN kepada Pemerintah.

PEMBAYARAN IMBALAN SBSN:

2a. Penyewaan Aset SBSN oleh Pemerintah untuk digunakan dalam operasional pemerintahan sehari-hari (Akad Ijarah).

2b. Pembayaran Imbalan (ujrah) atas penyewaan Aset SBSN oleh Pemerintah sebagai penyewa (Musta’jir/Lessee) kepada Pemegang SBSN selaku pemberi sewa (Mu’jir/Lessor) melalui Agen Pembayar.

III. JATUH TEMPO SBSN:

3.Pembelian Aset SBSN oleh Pemerintah dari pemegang SBSN melalui Perusahaan Penerbit SBSN (Akad Bai’).

4a&4b Pembayaran atas pembelian Aset SBSN oleh Pemerintah kepada pemegang SBSN melalui Agen Pembayar sebagai pelunasan SBSN

5. Jatuh tempo SBSN

Sumber: Direktorat Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI

Pengen tau lebih lanjut perihal Sukuk Ijarah yuk mari ikutan di agenda besar kami Investor Gathering Cirebon pada tanggal 12 Agustus 2017 di Hotel Swiss -Belhotel Cirebon cara daftarnya gampang kok dengan melakukan pendaftaran secara Online melalui link berikut ini daftar Investor gathering cirebon

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment