Knowledge Base
289 views 0 comments

Mengenal Psikologi Market Dan Pengaruh Atas Psikologi Trader

by on 28/08/2017
 

Berkecimpung di dunia pasar modal syariah bisa jadi merupakan hal yang baru untuk kamu, dan layaknya hal yang baru , maka perlu ada penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan oleh rekan-rekan sekalian baik itu pemahaman pasar modal, pola market,  hingga piskologi market dan hal yang paling penting bagi kamu ketahui agar kamu tidak mudah merugi, yaitu: persiapan mental.

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah menyiapkan mental kamu secara psychology, agar kamu tidak jatuh terpuruk dalam ketika situasi ‘buruk’ secara persepsi melanda. Ada banyak trader yang merugi, namun ada juga yang dengan mudahnya mendulang profit, sesederhana karena kesiapannya mental trader, bukan karena dana yang besar namun perlu di ingat trading saham lebih merupakan sebuah latihan mental untuk para trader bagaimana dia konsisten dengan plan nya.

Mengenal Psikologi Market Dan Pengaruh Atas Psikologi Trader #SahamSyariah#ACKS Click To Tweet

Ilustrasi Grafik Harga Pasar

Kekonsistenan ini akan bermanfaat untuk maksimasimalkan profit dan meminimize resiko dari trading. Sering kali kita terbawa dengan perasaan senang karena keuntungan yang didapat, penyesalan karena seharusnya bisa lebih untung atau rasa kesal karena mengalami kerugian dalam trading karena trading merupakan pengalaman yang akan menguras emosional rekan-rekan sekalian. Dengan mengetahui tahapan-tahapan psikologi pasar berikut, Anda dapat lebih rasional memahami dan memanfaatkan fluktuasi pasar.

  1. Optimism (Optimisme) – Bermula dengan rasa optimisme terhadap masa depan dan merasa harga saham tersebut akan mengalami peningkatan hal tersebut yang membentuk keputusan untuk memulai membeli saham yang kita rasa akan menghasilkan profit yang baik dari segi deviden ataupun capital gain.
  2. Excitement (Kegembiraan) – Posisi harga saham yang mengalami peningkatan akan membentuk presepsi bahwa keputusan rekan – rekan mengambil posisi untuk membeli saham tersebut terbukti benar maka psikologi trader yang akan terbentuk adalah perilaku membayangkan seberapa banyak keuntungan yang bisa diraup nanti.
  3. Thrill (Kehebohan) – Posisi harga market saham yang semakin meningkat bahkan melewati batas harga tertinggi yang ada , maka secara otomatis akan terbentuk psikologi trader merasa paling hebat dalam dunia saham dan merasa telah sukses dalam berinvestasi sehingga mulailah rekan-rekan menceritakan kisah sukses tersebut kesiapapun di dunia ini atas kehebatan kalian.
  4. Euphoria (Euforia) – Posisi harga market ini merupakan harga tertinggi sebuah saham dengan dilihat mulai Berkurangnya permintaan atas saham tersebut dan jumlah volume saham yang ditransaksikan keadaan ini mas puncak populeritas sebuah saham dan akan berpotensi mengalami penurunan harga dengan resiko tertinggi. Segala keputusan rekan-rekan dalam posisi ini dapat menjadi keuntungan secara mudah dan cepat atau bahkan apabila telat mengambil keputusan akan dapat berpotensi mengalami kerugian.
  5. Anxiety (Kekhawatiran) – Pada fase psikologi market ini hal yang dapat rekan-rekan perhatikan adalah pergerakkan harga pasar untuk pertama kali melawan peningkatan harga yang selalu terima dalam waktu terakhir. Karena sudah lama tidak mengalami kerugian, secara otomatis akan berkata ke diri anda sendiri bahwa anda adalah investor jangka panjang dan semua investasi yang telah ditempatkan pasti akan berbuah nantinya 
  6. Denial (Penyangkalan) – Pada tahapan posisi harga ini hal yang akan terbentuk adalah penyangkalan yang lebih hebat lagi seperti pembentukkan pemikiran dimana selama harga belum berada titik terbawah,maka masih terdapat potensi rebound harga saham yang kita miliki tersebut padahal dalam kondisi mental ini segala analisa rekan-rekan sekalian tidak obyektif bahkan penuh pengaruh pikiran rekan-rekan sendiri  yang membentuk dinding ppenyangkalan yang kokoh sehingga secara otomatis rekan-rekan akan menolak segala jenis analisa orang lain sehingga menjadikan kondisi portofolio saham yang dimiliki semakin parah.
  7. Fear (Ketakutan) – Pada tahapan psikologi market ini pikiran yang akan psikologi trader yang akan terbentuk  pola pikir perihal posisi yang kita miliki tidak akan bergerak naik kembali padahal dalam siklus ini keadaan pasar telah menjadi sangat membingungkan bagi rekan-rekan yang disebabkan telah banyaknya modal yang hilang akibat penjurunan harga saham yang terlalu drastis.
  8. Desperation (Putus Asa) – Titik ke tiga paling bawah dari harga terendah saham yang akan berdampak pada sisi psikologis trader dimana akan memberikan tekanan secara besar sehingga membuat dirinya plin-plan tidak tahu harus berbuat apa, trader hanya berpikir bagaimana caranya untuk bisa dapat balik modal saja 
  9. Panic (Panik) – Kondisi dimana mendekati rasa menyerah dan mulai kehabisan akal, dan berimbas kepada keputusan CutLoss sehingga kerugian tidak bisa dihindari padahal dapat dilakukan strategi average down untuk mengurangi nilai saham yang rekan rekan miliki apabila masih berpikir secara dingin ya.
  10. Capitulation (Menyerah) – Dikarenakan sudah tidak berpikiran secara logis dan dingin langkah yang seringkali dilakukan pada saat kondisi ini adalah kita menjual seluruh portofolio saham yang kita miliki untuk menghindari kerugian yang lebih besar karena merasa portofolio kita tidak akan naik lagi,
  11. Despondency (Patah Hati) – Tahapan ini akan dilewati apabila kita mengambil keputusan penjualan seluruh portofolio saham yang kita miliki dan setelah keluar dari pasar, kita berkata tidak akan mau lagi masuk ke pasar saham bahkan berpresepsi dunia saham dunia perjudian.
  12. Depression (Depresi) – Masa masa trader melakukan perenungan atas keputusan yang diambil kita terus mencoba memberi pengertian atas keputusan-keputusan kita dimana sebuah pengalaman merupakan guru terbaik dari seluruh guru yang kita miliki.
  13. Relief (Kelegaan) – Setelah melakukan pembelian saham yang sama dengan menerapkan strategi average down yang kemudian beberapa saat kemudian market mengalamai rebound dan menghasilkan keuntungan kembali, maka psikologi rekan-rekan dengan sendirinya akan mengalami peningkatan percaya diri kebali bahwa ada masa depan lagi di pasar saham rekan-rekan sekalian.

Dari chart market yang terbentuk diatas maka dapat kita simpulkan Trading dan memiliki penghasilan dari berdagang  saham itu bukan sesuatu yang mudah, namun bukan juga sesuatu yang mustahil.

Menjadi seorang master atau expert dan ahli dalam suatu bidang memerlukan waktu dan jam terbang yang tinggi. Mari kita berkaca kepada seorang Valentino Rossi sang dokter MotoGp saja memulai karirnya bukan sebagai pengendara MotoGp, tapi ada step-stepnya yang harus beliau lalui.

Jadi sabar, dan percaya kalau apapun yang kita lalui, pasti membuahkan hasil. Tinggal bagaimana kita bisa bijak menyikapinya saja sehingga membuat mental kita dapat terjaga dengan baik selama berdagang di dunia saham syariah.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment