Bank Syariah
1361 views

Mengenal Pengawas Ke-Syariah-an Bank Syariah

by on 14/08/2015
 

Salah satu perbedaan antara perbankan konvensional dengan perbankan syariah adalah adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) di masing-masing bank syariah. Tugasnya adalah untuk memastikan perbankan syariah beroperasi sesuai dengan kaidah syar’i sehingga dapat meminimalisir hal-hal yang dilarang dalam Islam.

Bagaimana peran dan fungsi DPS dan bagaimana pelaksanaannya di perbankan syariah? Bank syariah dapat memiliki struktur yang sama dengan bank konvensional, misalnya dalam hal komisaris dan direksi, tetapi unsur yang amat membedakan antara bank syariah dan bank konvensional adalah keharusan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertugas mengawasi operasional bank dan produk-produknya agar sesuai dengan garis-garis syariah. Saat ini muncul anggapan bahwa bank syariah maupun unit usaha syariah yang ada di Indonesia sama dengan bank konvensional lainnya.

Hal ini didasarkan kepada tingkat bagi hasil atau bunga yang ketika dinominalkan nilainya sama, bahkan terkadang lebih rendah pada bank konvensional. Perbedaan utama adalah adanya Dewan pengawas syariah pada perbankan syariah yang bertugas untuk mengawasi perbankan syariah agar sesuai dengan prinsip syariah. Pada hakikatnya perbankan syariah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyalur dana tapi juga harus berperan sebagai lembaga pengawas keuangan masyarakat. Dengan ini, pertumbuhan perbankan syariah tidak hanya diukur dengan tingginya dana pihak ketiga, laba yang diperoleh, atau besarnya pembiayaan yang dilakukan. Lebih dari itu semua adalah bahwa tugas perbankan syariah adalah untuk memakmurkan masyarakat dalam hal ekonomi dan keuangan yang berlandaskan Islam.

Pengawasan dalam pandangan Islam dilakukan untuk meluruskan yang tidak lurus, mengoreksi yang salah, dan membenarkan yang hak. Pengawasan (control) dalam ajaran Islam paling tidak terbagi dalam dua hal, yaitu: Pertama, control yang berasal dari diri sendiri yang bersumber dari tauhid dan keimanan kepada Allah Swt. Seseorang yang yakin bahwa Allah mengawasi hambaNya, maka ia akan bertindak hati-hati. sebagaimana dalam firman Allah SWT dalam QS. Al-Mujadalah ayat 7: “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi?

Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan.

Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu” Kedua, sebuah pengawasan akan lebih efektif jika system pengawasan tersebut juga dilakukan dari luar diri sendiri. Bisa berasal dari pimpinan, yang menyangkut tugas yang didelegasikan, kesesuaian penyelesaian dan perencanaannya, dan lain-lain. Hal ini sesuai dengan Firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 105: “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan””.

Berdasarkan ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa pengawasan dapat dilakukan oleh diri sendiri dengan keimanan akan kehadiran Allah yang Maha Mengawasi, oleh pemimpin/penguasa dan oleh kaum muslimin baik secara langsung berupa pengawasan oleh masyarakat, maupun tidak langsung dalam bentuk peraturan dan ketentuan-ketentuan yang membatasi.

Dengan demikian peran ulama yang berkompeten terhadap hukum-hukum syari’ah memiliki peran yang besar dalam mengawasi lembaga keuangan syariah. Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) di Lembaga Keuangan Syariah adalah representasi dari peran ulama dalam penegakan nilai-nilai Islam dan pengembangan di bidang ekonomi. Peran ulama dalam mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dan keuangan masyarakat sangatlah penting.

Dalam lembaga formal seperti DPS dan DSN peran ulama dituntut lebih dinamis dan proaktif dengan mengacu kepada aturan yang sudah ada. Peran DPS dan DSN bukan hanya mengawasi operasional lembaga keuangan syariah saja, tetapi memiliki peran yang lebih besar lagi yaitu turut mendorong tumbuh kembangnya ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Oleh: Maksum Muktie
URL: http://maksummuktie.blogspot.com/2015/08/mengenal-pengawas-ke-syariah-bank.html

Details
 
comments
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment