Knowledge Base
198 views 0 comments

Mengenal Lebih Jauh Makna & Tugas Ahli Syariah Pasar Modal

by on 06/11/2017
 

Ahli Syariah Pasar Modal atau biasa disebut ASPM baru diperkenalkan pada tahun 2015 sejak diterbitkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor: POJK No.16/POJK.04/2015 tentang Ahli Syariah Pasar Modal.

Ahli Syariah Pasar Modal (ASPM) adalah orang perseorangan atau badan  usaha  yang pengurus  dan pegawainya memiliki pengetahuan  dan  pengalaman  di  bidang syariah, yang memberikan  nasihat dan/atau mengawasi pelaksanaan  penerapan  Prinsip  Syariah  di  Pasar Modal dalam kegiatan usaha perusahaan dan/atau memberikan pernyataan  kesesuaian syariah atas  produk  atau  jasa syariah di Pasar Modal.

Dalam praktiknya ASPM yang dapat dilakukan oleh perseorangan maupun badan usaha ini dapat bertindak sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan/atau Tim Ahli Syariah (TAS) dalam penerbitan efek syariah.

ASPM merupakan anggota dari DPS atau TAS. DPS hanya dimiliki oleh perusahaan yang kegiatan berdasarkan prinsip syariah, seperti bank syariah. Jadi bagi bank syariah yang listing di pasar modal, salah satu anggota DPS nya harus berstatus ASPM. Sedang TAS hampir sama dengan DPS, tapi TAS terdapat pada prusahaan umum yang akan listing di pasar modal syariah.

Dewan  Pengawas  Syariah (DPS)  merupakan  dewan  pengawas yang bertanggung  jawab  memberikan  nasihat  dan saran  serta mengawasi  pemenuhan  Prinsip  Syariah  di  Pasar  Modal terhadap  Pihak  yang  melakukan Kegiatan  Syariah  di Pasar Modal.

Tim  Ahli  Syariah (TAS)  merupakan  tim  ahli yang  bertanggung  jawab terhadap  kesesuaian  syariah  atas   produk  atau jasa syariah di Pasar Modal yang diterbitkan atau dikeluarkan perusahaan.

Dengan adanya ASPM tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan masyarakat terhadap produk syariah di pasar modal.

Untuk diketahui ada beragam tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh Ahli Syariah Pasar Modal. Dalam pemaparan  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No 16/POJK.04/2015 mengenai Ahli Syariah Pasar Modal, OJK memaparkan jika ahli syariah pasar modal merupakan anggota DPS, maka tugasnya mencakup memberikan nasihat dan saran kepada direksi dan dewan komisaris perusahaan tentang hal-hal yang berkaitan dengan prinsip syariah di pasar modal, dan mengawasi pemenuhan penerapan prinsip syariah dalam kegiatan usaha.

Selain itu, juga melakukan penelaahan secara berkala atas penerapan prinsip syariah, memberikan peringatan tertulis kepada direksi perusahaan jika menemukan penyimpangan, serta menjaga kerahasiaan dokumen, data, dan informasi perusahaan.

Ahli syariah pasar modal juga dapat meminta data dan informasi kepada perusahaan dalam rangka pengawasan pelaksanaan penerapan prinsip syariah, mendampingi perusahaan atau mewakili perusahaan saat berdiskusi dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, dan memberikan pernyataan kesesuaian syariah atas produk atau jasa syariah di pasar modal.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi ahli syariah pasar modal, OJK juga mewajibkan perseorangan yang memiliki izin ASPM untuk mengikuti program pendidikan lanjutan yang diselenggarakan oleh pihak yang diakui Otoritas Jasa Keuangan paling sedikit dua tahun sekali.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment