Knowledge Base
875 views 0 comments

Mengenal Enam Akad Sukuk Korporasi

by on 16/05/2017
 

Penerbit sukuk punya pilihan akad yang beragam saat menerbitkan sukuk.

Dalam penerbitan sukuk korporasi ternyata tidak hanya terbatas pada satu atau dua akad saja, loh. Perusahaan penerbit sukuk punya banyak pilihan akad yang bisa digunakan saat telah memutuskan menerbitkan sukuk sebagai instrumen pendanaan.

DSN MUI telah menetapkan ada enam akad yang bisa digunakan dalam penerbitan sukuk korporasi. #ACKS Click To Tweet

Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah menetapkan ada enam akad yang bisa digunakan dalam penerbitan sukuk korporasi. Enam akad ini juga sudah diatur dalam peraturan OJK. Pilihan akad sukuk korporasi diantaranya adalah mudharabah, musyarakah, ijarah, murabahah, istishna dan salam. Seperti apa sajakah sukuk dengan akad-akad di atas? Mari kita simak satu per satu.

  1. Sukuk ijarah

Sukuk diterbitkan berdasar akad ijarah, dimana satu pihak bertindak sendiri atau melalui wakilnya menjual atau menyewakan hak manfaat atas suatu aset terhadap pihak lain berdasarkan harga dan periode yang disepakati, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri.

  1. Sukuk Mudharabah

Sukuk ini diterbitkan berdasar akad mudharabah (bagi hasil). Penerbit sukuk berperan sebagai mudharib (pengelola dana) dan investor berperan sebagai shahibul maal (pemilik dana). Pada sukuk mudharabah ini penentuan nisbah keuntungan ditentukan sesuai kesepakatan sebelum sukuk diterbitkan.

Dalam fatwa DSN MUI Nomor 33 Tahun 2002 tentang Obligasi Syariah Mudharabah, pembagian pendapatan (imbal hasil) dapat dilakukan secara periodik sesuai kesepakatan. Namun, dengan ketentuan pada saat jatuh tempo diperhitungkan secara keseluruhan.

  1. Sukuk Musyarakah

Sukuk ini diterbitkan dengan akad musyarakah yang juga berbasis bagi hasil. Dalam sukuk ini, dua pihak atau lebih menggabungkan modal untuk membiayai suatu proyek atau kegiatan usaha. Keuntungan maupun kerugian yang timbul dari proyek atau usaha yang dibiayai dibagi berdasarkan jumlah partisipasi setiap pihak.

  1. Sukuk Istishna

Sukuk yang diterbitkan berdasar akad istishna ini diterbitkan ketika para pihak menyepakati jual beli dalam pembiayaan proyek atau barang. Spesifikasi, waktu penyerahan dan harga proyek atau barang pun telah ditentukan terlebih dulu berdasar kesepakatan.

  1. Sukuk Salam

Akad Salam termasuk dalam akad jual beli. Pada akad ini jumlah, spesifikasi dan harga barang atau proyek telah ditentukan dan pembayarannya dilakukan di muka. Penyerahan proyek atau barang yang dibiayai dari sukuk akan diserahkan kemudian pada waktu yang telah disepakati bersama. Biasanya kontraktor yang telah memenangkan tender pembangunan suatu proyek perlu dana untuk menyelesaikan pembangunannya, maka ia dapat menerbitkan sukuk Salam untuk mendapatkan dana.

  1. Sukuk Murabahah

Sukuk berdasar akad murabahah ini diterbitkan dengan prinsip jual beli. Penerbit sukuk berperan sebagai penjual komoditi/usaha/proyek, sedangkan investornya berperan sebagai pembeli. Harga dan keuntungan dari sukuk ini telah disetujui oleh kedua belah pihak. Pembayarannya dapat dilakukan secara tunai, cicil atau tangguh, sedangkan penyerahan barang/proyek dilakukan di awal pada saat dilakukan transaksi.

Selain enam akad di atas yang juga sudah diatur dalam peraturan OJK, pada dasarnya setiap pihak bisa saja menerbitkan sukuk berdasarkan jenis akad yang lain. Tapi, dengan satu catatan yaitu, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah, ya…

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment