Knowledge Base
487 views 0 comments

Mengenal 7 Jenis Sukuk Negara

by on 04/07/2017
 

Sejak 2008, pemerintah Indonesia telah menerbitkan 7 jenis sukuk negara.

Sejak Undang-undang No 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) disahkan, pemerintah Indonesia aktif menerbitkan instrumen SBSN setiap tahunnya. Melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, SBSN atau sukuk negara diterbitkan secara rutin, baik melalui metode lelang, bookbuilding, maupun private placement.

Seiring perkembangan waktu, jenis sukuk negara pun semakin berkembang. Jika pada 2008 baru ada satu jenis sukuk negara yaitu sukuk Islamic Fixed Rate, sekarang secara total sudah ada tujuh jenis sukuk negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Apa saja? Simak di sini, yuk!

  1. Sukuk Islamic Fixed Rate

Sukuk Islamic Fixed Rate (IFR) merupakan pionir dalam penerbitan sukuk negara. Sukuk ini adalah yang pertama kali diterbitkan pemerintah usai UU SBSN disahkan. Jenis sukuk ini lebih ditujukan kepada investor institusi dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun.

Nah, sesuai namanya yaitu Fixed Rate, imbal hasil sukuk ini pun fixed atau tetap sesuai jangka waktu sukuk. Pembayaran imbal hasil dilakukan setiap 6 bulan sekali dan sukuk ini juga bisa diperdagangkan di pasar sekunder. Namun, saat ini pemerintah sudah tidak menerbitkan lagi sukuk IFR dan menggantinya dengan project based sukuk.

  1. Project Based Sukuk

Project Based Sukuk (PBS) pada dasarnya punya fitur yang relatif sama dengan sukuk IFR. Sukuk ini dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement dengan underlying asset berupa kegiatan di APBN atau suatu proyek pembangunan.

PBS diterbitkan dalam mata uang Rupiah dan imbal hasilnya dibayar setiap enam bulan sekali. Sukuk jenis ini juga dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Sampai Juli 2017, pemerintah Indonesia telah menerbitkan 14 seri PBS dengan rentang tenor mulai dari 3-30 tahun.

  1. Surat Perbendaharaan Negara Syariah

Surat Perbendaharaan Negara Syariah (SPNS) adalah sukuk berjangka pendek, yang jangka waktunya tidak lebih dari 1 tahun. Sukuk yang dijual melalui metode lelang ini masih tetap ditujukan bagi investor institusi. Imbal hasil SPNS diberikan secara diskonto.

  1. Sukuk Nasional Indonesia

Sukuk Nasional Indonesia dikenal pula sebagai sukuk global, yaitu sukuk yang diterbitkan dalam mata uang dollar AS dan dipasarkan di pasar internasional. Sukuk dengan imbal hasil tetap ini pun dapat diperdagangkan. Sejak diterbitkan, sukuk global Indonesia telah menarik minat dari berbagai belahan dunia, mulai dari Timur Tengah, Eropa, Amerika dan Asia. Tenor sukuk ini berjangka waktu antara 5-10 tahun.

  1. Sukuk Dana Haji Indonesia

Sukuk dana haji Indonesia (SDHI) merupakan sukuk yang diterbitkan dari penempatan dana haji dan dana abadi umat. Penerbitan SDHI merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama antara Menteri Keuangan dan Menteri Agama pada 22 November 2013 tentang Penempatan Dana Haji Dalam Surat Berharga Syariah Negara Secara Langsung.

Imbal hasil SDHI ditetapkan fixed dan dibayarkan setiap bulan. Nah, berbeda dengan jenis sukuk lainnya, SDHI tidak dapat diperdagangkan. Jenis akad yang digunakan pada SDHI adalah Ijarah al-Khadamat dengan underlying assets berupa jasa layanan haji, seperti penerbangan, makanan dan pemondokan.

  1. Sukuk Ritel

Sukuk Negara Ritel adalah surat berharga negara yang diterbitkan pemerintah dan ditujukan bagi investor individu. Sukuk yang pertama kali diterbitkan pada 2009 ini bisa dibeli melalui agen penjual yang telah ditunjuk oleh pemerintah. Imbal hasil yang diberikan pun tetap selama tenor sukuk yaitu 3 tahun dan dibayar setiap bulan. Investor individu bisa membeli sukuk ritel dengan minimal pembelian Rp 5 juta.

  1. Sukuk Tabungan

Sukuk tabungan baru diperkenalkan pemerintah pada 2016. Sama seperti sukuk ritel, sukuk tabungan juga ditujukan bagi investor individu. Kamu bisa membelinya melalui agen penjual dengan minimal pembelian sebesar Rp 2 juta. Imbal hasil yang diberikan pun fixed dan dibayarkan setiap bulan. Namun, berbeda dengan sukuk ritel yang bisa diperdagangkan, sukuk tabungan ini tidak bisa diperdagangkan, tapi memiliki fasilitas early redemption. Tenor dari sukuk tabungan adalah 2 tahun.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment