15466 views 0 comments

Inilah 10 Jenis Produk Reksa Dana Syariah yang Bisa Anda Pilih!

by on 20/06/2016
 

Anda tertarik berinvestasi reksa dana syariah? Saat ini ada 10 jenis produk reksa dana syariah yang tersedia di pasaran. Pilihlah jenis reksa dana syariah yang paling cocok dengan profil diri anda pribadi! Jangan sampai salah pilih….

Reksa dana syariah kini terus berkembang menjadi instrumen investasi di pasar modal yang sangat menggiurkan dan prospektif. Bila dahulu, instrumen ini hanya terdiri dari 3 atau 4 jenis produk saja, saat ini produk reksa dana syariah terus mengalami pengembangan dan inovasi, sehingga saat ini tercatat terdapat 10 jenis reksa dana syariah. Apa sajakah jenisnya?

Berikut Aku Cinta Keuangan Syariah memaparkannya di bawah ini;

1. Reksa Dana Syariah Pasar Uang
Reksa dana yang hanya melakukan investasi pada instrument pasar uang syariah dalam negeri dan/atau efek syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan dalam jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun.

2. Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap
Reksa dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap.

3. Reksa Dana Syariah Saham
Reksa dana yang melalukan investasi paling sedikit 80% dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk efek syariah bersifat ekuitas.

4. Reksa Dana Syariah Campuran
Reksa dana yang melakukan investasi pada efek syariah bersifat ekuitas, efek syariah berpendapatan tetap, dan/atau instrument pasar uang dalam negeri yang masing-masing tidak melebihu 79% dari Nilai AktivaBerih, dimana dalam portofolio reksa dana tersebut wajib terdapat efek syariah bersifat ekuitas dan efek berpendapatan tetap.

5. Reksa Dana Syariah Terproteksi
Reksa dana yang melakukan investasi paling sedikit 70% dari NAB dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap dan paling banyak 30% dari NAB dalam bentuk saham syariah dan.atau sukuk yang diperdagangkan di Bursa Efek Luar Negeri.

6. Reksa Dana Syariah Indeks
Reksa dana yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari NAB dalam efek syariah yang merupakan bagian dari suatu indeks syariah yang menjadi acuannya. Investasi pada efek syariah tersebut, paling sedikit 80% dari seluruh efek syariah yang ada dalam indeks. Pembobotan atas masing-masing efek syariah dalam reksa dana syariah indeks tersebut antara 80%-100% dari pembobotan atas masing-masing efek syariah dalam indeks yang menjadi acuan.

7. Reksa Dana Syariah Berbentuk KIK yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek (ETF)
Reksa dana yang portofolio efeknya terdiri dari efek syariah yang liquid.

8. Reksa Dana Syariah Berbentuk KIK Penyertaan Terbatas
Reksa dana yang hanya ditawarkan kepada pemodal profesional dan dilarang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau dilarang dimiliki oleh 50 pihak atau lebih. Pemodal professional merupakan pemodal yang memiliki kemampuan untuk membeli unit penyertaan dan melakukan analisis rasio.

9. Reksa Dana Syariah Berbasis Efek Syariah Luar Negeri
Reksa dana yang melakukan investasi paling sedikit 51% dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Syariah pada Efek Syariah Luar Negeri yang dimuat dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Pihak Penerbit Daftar Efek Syariah.

10. Reksa Dana Syariah Berbasis Sukuk
Reksa dana yang melakukan investasi paling sedikit 85% dari Nilai Aktiva Bersih dalam bentuk:
a. Sukuk yang ditawarkan di Indonesia melalui Penawaran Umum;
b. Surat Berharga Syariah Negara, dan/atau
c. Surat berharga komersial syariah yang jatuh temponya 1 tahun atau lebih dan masuk dalam kategori layak investasi (investment grade).

Saat ini tercatat 10 jenis reksa dana syariah. Apa saja? Click To Tweet

Reksa dana syariah tersebut dilarang melakukan investasinya pada efek yang berbasis kegiatan sektor riil di luar negeri.

Jadi, jenis produk reksa dana syariah manakah yang akan anda pilih?

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment