Knowledge Base
1555 views 0 comments

Mengapa Perlu Underlying Asset Dalam Penerbitan Sukuk Negara?

by on 13/07/2017
 

Underlying asset menjadi syarat mutlak dalam penerbitan sukuk.

Dalam setiap penerbitan sukuk negara, kehadiran underlying asset pasti akan selalu menyertai. Adanya aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk ini telah menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi penerbit sukuk. Kenapa begitu? Mari simak penjelasannya.

Pertama, kamu harus tahu dulu apa itu underlying asset? Underlying asset adalah aset yang dijadikan sebagai objek atau dasar transaksi dalam penerbitan sukuk. Aset yang dijadikan sebagai underlying ini dapat berupa barang berwujud maupun tidak berwujud, seperti tanah, bangunan, berbagai jenis proyek pembangunan, serta aset non fisik lainnya seperti jasa.

Nah, penerbitan sukuk negara memerlukan underlying asset karena pada dasarnya sukuk negara merupakan surat berharga yang mencerminkan bagian kepemilikan atas aset/manfaat/jasa yang menjadi dasar penerbitan sukuk. Keberadaan underlying asset pun berfungsi sebagai transaksi riil yang menjadi dasar penerbitan sukuk negara.

Hal itu pula yang menjadi salah satu aspek utama pembeda antara penerbitan surat utang negara dengan sukuk. Tanpa underlying asset, sukuk negara yang diterbitkan akan memiliki sifat sebagai instrumen utang karena tidak terdapat transaksi riil yang mendasari penerbitan sukuk tersebut.

Nah, aset seperti apa yang bisa dijadikan dasar penerbitan sukuk? Aset yang dapat dijadikan sebagai underlying asset sukuk negara adalah obyek pembiayaan sukuk dan Barang Milik Negara yang punya nilai ekonomis berupa tanah dan/atau bangunan, dan selain tanah dan/atau bangunan seperti jasa.

Dalam setiap kali penerbitan sukuk, pemerintah pun akan menetapkan underlying asset melalui Keputusan Menteri Keuangan tentang penetapan Barang Milik Negara sebagai aset SBSN. Proses penentuan nilai Barang Milik Negara ini dapat dilakukan oleh internal appraiser atau independent appraiser yang ditunjuk oleh pemerintah dengan menggunakan metode penilaian yang berlaku umum.

Lalu, apakah dengan adanya underlying asset ini berarti investor memiliki aset negara? Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Surat Berharga Syariah Negara, penjualan dan/atau penyewaan Barang Milik Negara sebagai underlying asset hanyalah dalam bentuk hak manfaat dan tidak diikuti adanya kewajiban penyerahan fisik serta pengalihan kepemilikan aset.

Hak manfaat ini adalah hak untuk memiliki dan mendapatkan hak penuh atas pemanfaatan suatu aset tanpa perlu dilakukan pendaftaran atas kepemilikan dan hak tersebut. Selain itu, ketentuan dalam penerbitan sukuk berupa purchase & sale undertaking agreement juga menjamin bahwa aset tidak akan berpindah tangan kepada pihak lain.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment