Knowledge Base
592 views 0 comments

Mengapa Kita Butuh Pengelolaan Kekayaan Secara Islami?

by on 25/04/2017
 

Apakah itu Islamic Wealth Management? Lalu seberapa pentingkah seorang Muslim di dalam menata dan menjaga kekayaannya dengan cara Islami tersebut?

Islamic Wealth Management, mungkin para pembaca masih banyak yang awam, atau jarang mendengar tentang istilah tersebut. Islamic Wealth Management jika diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Indonesia bisa berarti pengelolaan kekayaan secara Islami. Pengertian pengelolaan kekayaan secara Islami itu sendiri mengandung makna yang lebih dalam daripada pengelolaan kekayaan secara konvensional, yaitu bagaimana harta itu tidak hanya memberikan kenikmatan secara fisik (jasmani), namun juga bisa memberikan kenikmatan secara ruhani. Sehingga mampu memberikan keseimbangan yang utuh antara fisikal, emosional dan juga spiritualnya dari seorang manusia.

Islamic Wealth Management itu sendiri adalah pengelolaan kekayaan berdasarkan hukum-hukum atau keyakinan Islam, yang dasarnya ada dua, yaitu Al-Quran dan Al-hadits.

Dalam wealth management yang biasa (konvensional), terdapat siklus hidup finansial yaitu bagaimana manusia menjalani hidupnya sampai dia meninggal, maka dia selalu membutuhkan harta yang bisa menjadi modal agar dia bisa menjalankan hidupnya secara sejahtera. Misalnya, begitu dia lahir, dia langsung keluar biaya, atau living cost.

Nah, dalam pengelolaan kekayaan secara Islami, maka siklus hidup financial di atas, tak hanya seputar bagaimana dia bisa mengakumulasi atau memenuhi living cost tesebut, namun juga bagaimana caranya dia mendapatkan harta tersebut, sampai membelanjakannya, itu semua harus sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Al-hadits. Dalam artian, harta yang didapatkan harus lewat jalan yang halal, kemudian saat membelanjakannya juga harus dengan cara yang baik, dan seterusnya.

Pengelolaan kekayaan secara Islami juga bukan menilai harta secara fisik dari berapa besar jumlah nilainya. Namun Islami ini mengandung makna yang lebih dalam, yaitu bagaimana harta itu tidak hanya memberikan kenikmatan secara fisik (jasmani) saja, namun juga bisa memberikan kenikmatan secara ruhani, sehingga mampu memberikan keseimbangan yang utuh antara fisikal, emosional dan juga spiritualnya dari pemiliknya yang seorang manusia.

Tanggung Jawab Dunia Akherat
Pengelolaan harta kekayaan secara Islami ini sebenarnya tak hanya menyangkut tanggung jawab pribadi, namun juga harus juga memiliki tanggung jawab atau dampak sosial, sehingga ujung-ujungnya adalah apa yang disebut dengan habbluminalloh dan habbluminannas.

Sehingga pengelolaan kekayaan secara Islami ini, merupakan pandangan yang lebih komprehensif terhadap bagaimana pengelolaan kekayaan yang seharusnya bisa dilakukan dari seorang manusia, yaitu tidak hanya menguntungkan dirinya sendiri, tapi juga bisa bermanfaat atau bisa memberdayakan orang lain. Jadi seorang manusia, di dalam mendapatkan kekayaannya, sampai kemudian membelanjakannya, maka itu harus bisa bermanfaat juga bagi orang banyak.

Jangan nilai harta dari jumlahnya, tapi dari berkahnya! Click To Tweet

Metode pengelolaan harta secara Islami, secara komprehensif dituangkan dalam beberapa tahap di mana setiap tahap mempunyai proses yang khas yang terkait satu sama lain, meliputi:

Wealth creation
Adalah proses bagaimana seorang muslim atau kepala keluarga mencari nafkah, mendapatkan penghasilan atau menjemput rezeki. Panduan syariah adalah nafkah yang didapatkan harus melalui cara yang halal, karena harta dan rezeki yg halal akan membawa keberkahan bagi keluarganya.

Wealth accumulation
Adalah proses di mana sebuah keluarga mengoptimalkan harta yang didapatkan untuk diakumulasikan untuk kebutuhan jangka panjang. Hal yang biasanya dilakukan adalah dengan memutar atau menginvestasikan bagian dari penghasilannya pada produk investasi tertentu. Tentunya produk invetasi yang sesuai dengan syariah yang sudah banyak ada. Di sektor keuangan misalnya pada sukuk atau reksadana syariah. Sementara di sektor riil bisa diinvestasikan pada properti dengan menyewakan rumah kontrakan, atau kamar kos.

Wealth protection
Adalah proses bagaimana melindungi harta keluarga dengan mekanisme tertentu. Konsep ini sejalan dengan tujuan/maqashid syariah yaitu perlindungan terhadap maal/harta. Selain itu juga sebagai bagian agar perlindungan terhadap masa depan anak dgn menyediakan harta yg cukup jika sang ayah meninggal dunia sementara anak-anak mereka belum baligh atau dapat mencari nafkah sendiri. Mekanisme proteksi yg dapat digunakan antara dengan mempersiapkan sejumlah aset yg menghasilkan aliran arus kas atau aset yang dapat dicairkan saat dibutuhkan. Selain itu juga dapat menggunakan konsep takaful atau asuransi syariah.

Wealth purification
Adalah proses memurnikan atau membersihkan harta. Konsep ini menjadi kelebihan dan pembeda dalam sistem wealth management Islam. Karena konsep purification tidak ada dlm konsep wealth management konvensional. Wealth purification adalah menyisihkan sebagian harta untuk disalurkan kepada yg berhak. Mekanisme yg digunakan dapat melalui zakat, infaq dan sedekah.

Islam mengatur pembagian harta melalui mekanisme Hibah, Wakaf dan Waris Click To Tweet

Wealth Distribution
Adalah proses penyaluran atau pembagian harta. Dalam konsep ini Islam telah mengatur pembagian harta melalui mekanisme Hibah, Wakaf dan Waris. Ketiga mekanisme tersebut diatur secara rinci dan besarnya pembagian plus siapa yang berhak telah termaktub dalam quran dan hadits.

Nah, bagi anda yang tertarik ingin menerapkan Islamic Wealth Management di dalam menata atau mengelola dan juga menjaga harta kekayaan anda, saat ini sudah ada beberapa lembaga konsultan perencana keuangan di Jakarta yang menawarkan jasa konsultansi Islamic Wealth Management tersebut. Silakan Kamu mencobanya, agar kekayaan pribadimu bisa dikelola dengan cara yang Islami, sehingga menjadi halal, thoyib dan berkah bagimu dan keluarga.

Details
 
Industri
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment