Knowledge Base
738 views 0 comments

MARI MENGENAL SUSPENSI SAHAM

by on 22/06/2017
 

Psikologi trader ataupun investor akan dibawa dalam kepanikan di karenakan berada dalam situasi suspen tersebut, dimana dana rekan – rekan ada yang nyangkut pada saham tersebut menjadi tidak jelas dikarenakan tidak bisa dilakukan penjualan.

Sahabat Pasar Modal Syariah mungkin pernah membeli sebuah saham syariah, kemudian ketika rekan- rekan berniat untuk menjualnya, ternyata tidak bisa. Setelah reka – rekan lakukan pengecekan, ternyata saham yang kemarin di beli tersebut sedang terkena suspense oleh Bursa Efek Indonesia, alias tidak bisa diperdagangkan dalam kurun waktu tertentu, sehingga otomatis anda tidak bisa di perjual belikan dalam pasar karena kebijakkan tersebut merupakan kebijakkan otoritas bursa (BEI) dimana BEI tidak mengizinkan adanya transaksi jual maupun beli yang berkaitan dengan saham yang rekan – rekan telah miliki tersebut.

Dan hal ini biasanya akan membuat psikologi trader ataupun investor menjadi panik di karenakan berada dalam situasi seperti ini, dimana dana rekan – rekan ada yang nyangkut pada saham tersebut menjadi tidak jelas dikarenakan tidak bisa dilakukan penjualan. Tapi apakah dengan demikian dana anda benar-benar hilang begitu saja? Berikut penjelasannya.

Pembekuan atau penghentian sementara aktivitas perdagangan saham, atau biasa disebut suspensi#ACKS Click To Tweet

Pembekuan atau penghentian sementara aktivitas perdagangan saham, atau biasa disebut suspensi untuk diluar negeri keadaan ini lebih akrab di sebut TRADING HALT, adalah salah satu bentuk sanksi dari BEI terhadap emiten yang telah melakukan pelanggaran tertentu. Berdasarkan peraturan BEI, suspensi merupakan sanksi tingkat 4, atau satu tingkat sebelum sanksi terberat, yaitu emiten tersebut ditendang keluar dari bursa (delisting). Pihak BEI sendiri tidak menetapkan jangka waktu yang baku untuk pengenaan suspensi. Bisa satu hari, satu minggu, ataupun satu bulan, tergantung pada kondisi yang terjadi serta penilaian yang diambil pihak bursa.
Berikut adalah urutan dari sanksi-sanksi tersebut, mulai dari yang teringan sampai terberat.

1. Denda maksimal Rp 500 juta
2. Teguran tertulis
3. Peringatan tertulis (sebenarnya saya juga bingung, memangnya apa bedanya peringatan sama teguran?)
4. Larangan sementara untuk melakukan aktifitas perdagangan di Bursa (suspensi).
5. Pencabutan keanggotaan Bursa.

Perlu diketahui oleh rekan – rekan investor pasar modal syariah ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan suatu saham terkena suspense oleh Bursa Efek Indonesia. Berikut ini kami akan jelaskan satu per satu.

1. Unusual Market Activity (UMA)
Pada umumnya, saham yang terkena suspensi adalah saham-saham yang telah terlebih dulu dikenakan status UMA oleh BEI. BEI sendiri menetapkan status UMA ini pada saham-saham yang harganya bergerak di luar batas kewajaran tanpa alasan yang jelas.

Contohnya begini, misalkan saham STAR adalah saham berkapitalisasi kecil yang pergerakan hariannya rata-rata berkisar di level 1 – 10%. Pada periode bulan januari 2017 sd Maret Harga Saham ini berada dalam kisaran harga 51 – 55 namun dipertangahan maret saham ini mengalami peningkatan ke harga 94-101, dari pergerakkan harga tersebut STAR bergerak naik hingga mencapai 95% dalam satu hari. Nah, pergerakan semacam inilah yang masuk ke dalam kategori UMA dan sangat rawan terkena suspensi.

Saat fenomena seperti itu terjadi, maka BEI akan melakukan pengecekan terhadap saham STAR. Perdagangan saham STAR akan dihentikan sementara agar investor bisa mencermati faktor apa yang sebenarnya menyebabkan harga saham tersebut naik.

Peningkatan harga saham secara tiba-tiba bisa terjadi karena banyak sebab. Salah satu faktornya adalah isu pasar di mana emiten baru melakukan aksi korporasi penting seperti kepuitusan merger, akuisisi, dan kebijakkan lainnya, dimana aksi tersebut belum diumumkan ke depan publik. Sehingga menimbulkan respon positif terhadap harga pasar.

Namun demikian, unusual market activity ini juga bisa terjadi karena ada pihak-pihak bandar yang sengaja ingin mempermainkan harga saham dengan cara menggoreng harga saham STAR tersebut. Dengan begitu, sebenarnya mekanisme suspensi ini bertujuan untuk melindungi pelaku pasar modal dari permainan harga yang tidak bertanggungjawab.

2. Emiten terbelit masalah keuangan
Selain saham-saham yang terkena status UMA, suspensi juga bisa dikenakan pada saham yang emitennya mengalami masalah keuangan.Dalam kasus ini, suspensi dijatuhkan sebagai bentuk hukuman. Dan biasanya hukuman ini baru akan dicabut setelah emiten menyelesaikan masalah keuangannya sendiri.

3. Perusahaan terlambat memenuhi kewajibannya kepada BEI
Setiap emiten memiliki kewajiban kepada BEI, seperti menyampaikan laporan keuangan, membayar biaya anual listing fee dan lain – lain , membayar berbagai jenis denda, dan lain-lain. Nah, emiten yang terlambat dalam memenuhi kewajiban ini juga rawan terkena suspense . Dalam kasus ini, suspensi kembali dijadikan sebagai mekanisme hukuman untuk perusahaan-perusahaan yang tidak disiplin. Selain emitten akan terkena sanksi suspensi, emiten-emiten yang laporannya sudah mengalami keterlambatan selama 6 bulan ini juga akan dikenai denda sebesar Rp. 150 juta.

4. Perusahaan Sering Terkena Auto Reject
Auto Reject adalah penolakkan secara otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System (JATS) terhadap penawaran jual dan penawaran beli yang dimasukkan ke dalam JATS sebagai akibat dilampauinya batasan harga yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia. Mengapa aturan autoreject ini dimunculkan ? dengan maksud agar transaksi yang berjalan di Bursa efek benar – benar berlangsung menurut mekanisme pasar yang sehat, wajar dan teratur yang berarti Pihak BEI tidak menginginkan adanya harga saham yang mengalami penurunan secara tajam sehingga menyebabkan para trader mengalami kerugian terlalu dalam.

Dan pihak Bursa Efek Indonesia tidak menginginkan adanya kenaikkan harga yang terlalu tinggi, sehingga kondisi ini dimanfaatkan oleh pihak – pihak bermodal besar (Bandar).Apabila perusahan secara terus menerus mengalami AutoReject hal ini mengindikasikan ada kondisi tidak wajar dalam aktivitas perdagangan sahamnya dan akan berpotensi saham perusahaan tersebut akan masuk kedalam daftar UMA.

Perlu digaris bawahi bahwa SUSPENSI ini jelas akan membuat trader mengalami kerugian, terutama bagi para trader yang berusaha menciptakan keuntungan dari transaksi jangka pendek dengan memilih perdagangan jalur saham gorengan.

Saat saham rekan-rekan mengalami suspensi, maka modal Anda akan tertahan di bursa dan tidak bisa dipindahkan kemana-mana. Jika modal Anda hanya tertahan selama sehari dalam dunia trader lebih dikenal istilah “Saham yang Nyangkut”, mungkin kerugiannya tidak akan besar. Tapi kalau ternyata modal rekan-rekan tertahan selama dua atau tiga bulan, modal Anda tentu akan menjadi tidak produktif, dan Anda pun akan kehilangan banyak peluang keuntungan dari perdagangan saham di bursa.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment