Knowledge Base
441 views 0 comments

Mari Mengenal Lebih Jauh Industri Keuangan Non Bank Syariah

by on 29/06/2017
 

Industri Keuangan Non Bank Syariah atau di singkat dengan IKNB Syariah adalah merupakan bidang kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas di industri asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya, yang dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah.

Apa Itu Industri Keuangan Non Bank Syariah ?

Perkembangan Industri keuangan syariah di Indonesia memiliki potensi untuk terus bertumbuh dan memiliki kemanfaatan yang besar bagi perekonomian Indonesia. Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) yang berbasis syariah pun akan menjadi satu pilar kekuatan perekonomian di industri keuangan syariah, yang perkembangannya diharapkan dapat turut menumbuh kembangkan perekonomian syariah di Indonesia.

IKNB yang berbasis syariah pun akan menjadi satu pilar kekuatan #AkuCintaKeuanganSyariah Click To Tweet

Industri Keuangan Non Bank Syariah atau di singkat dengan IKNB Syariah adalah merupakan bidang kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas di industri asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya, yang dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Secara umum, kegiatannya memang tidak memiliki perbedaan dengan IKNB konvensional. Namun terdapat beberapa karakteristik khusus, dengan produk dan mekanisme transaksi yang berdasarkan prinsip syariah.

Di antaranya seperti yang dilakukan oleh Lembaga Keuangan Syariah (LKS) berbasis Hukum Syariah yang difatwakan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) adalah Pembiayaan Mudharabah (Qiradh), Pembiayaan Musyarakah, Pembiayaan Ijarah, Wakalah, Akad Mudharabah Musytarakah, dan Akad Kafalah.

OJK sebagai lembaga pengatur dan pengawas di keuangan syariah juga memiliki fungsi dan kewenangan untuk melakukan integrasi arah kebijakan, strategi, dan tahapan pengembangan di industri keuangan syariah, termasuk di IKNB Syariah. Tentu instrumen regulasi yang dikeluarkan juga sesuai dengan prinsip syariah, dengan melibatkan DSN MUI.

Nilai-Nilai Fiqh Mu’amalah Yang Terdapat Dalam Praktek Bisnis Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syari’ah

Nilai-nilai yang terkandung dalam praktek bisnis Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syari’ah secara tidak langsung mengadopsi perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an untuk membentuk manajemen sebuah Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang baik. Hal ini dapat diketahui dari hukum asal fiqh mu’amalah sebagai berikut:

Maka nilai-nilai fiqh mu’amalah yang harus diperhatikan dalam praktek bisnis Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syari’ah adalah sebagai berikut:

  1. Profesionalisme

Di dalam pengelolaan praktek bisnis Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syari’ah diatur kriteria apa saja yang akan menjadi calon pegawai pada Industri Keuangan Non Bank (IKNB) syari’ah di antaranya adalah mempunyai pengalaman atau keahlian di bidang jasa keuangan. Al-Qur’an memerintahkan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Hal ini dijelaskan dalam surat Az-zumar ayat 39:

قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُوا۟ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Hai kaumku, Bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, Sesungguhnya Aku akan bekerja (pula), Maka kelak kamu akan mengetahui,

Dan syarat lain untuk menjadi seorang manajer pada industri keuangan non bank adalah harus memiliki akhlak, moral dan integritas yang baik dan hendaklah menjaga amanat yang diberikan, sebagaimana yang diperintahkan Allah dalam surat Al-Anfal ayat 27:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu Mengetahui.

  1. Prinsip Perencanaan

Penting kiranya membuat rencana kerja agar dalam menjalankan funsinya dapat lebih terarah seperti yang diterangkan dalam surat Al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِناللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  1. Prinsip Pengawasan

Pengawasan terhadap Industri Keuangan Non Bank (IKNB) penting untuk dilakukan guna industri tersebut agar dapat berjalan secara sehat. Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan pentingnya melakukan pengawasan dalam surat Al-Balad ayat 17:

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ ١٧

Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

  1. Prinsip Musyawarah

Dalam hal pengambilan keputusan terkait dengan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) harusnya dilakukan dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. Sebagaimana yang dijelaskan pula dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ (159)

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah Lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu Telah membulatkan tekad, Maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dan dijelaskan pula apabila terjadi pertentangan pendapat dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 59:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

  1. Prinsip Keterbukaan

Dalam pelaporan dan akuntabilitas, dijelaskan bahwasannya industri keungan non bank wajib menyusun laporan kegiatan maupun laporan keuangan dan wajib melaporkannya. Hal tersebut senada dengan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 283 yang mengajarkan untuk mencatatkan semua pemasukan ataupun pengeluaran keuangan:

وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُمْ بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ وَلْيَتَّقِ اللهَ رَبَّهُ وَلاَ تَكْتُمُوا الشَّهَادَةَ وَمَنْ يَكْتُمْهَا فَإِنَّهُ ءَاثِمٌ قَلْبُهُ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, Maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. dan barangsiapa yang menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  1. Prinsip Kerjasama

Terkait dengan bertukar informasi dengan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) lainnya maupun lembaga lainnya, penting dilakukan dalam rangka mencegah dan guna menangani krisis di sektor keuangan. Kerjasama semacam ini di anjurkan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ;Ayat 2:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Nah, setelah memperoleh gambaran mengenai Industri Keuangan Syariah Non Bank, sekarang sudah tidak bingung lagi dan khawatir untuk  menentukan melakukan transaksi di perusahaan asuransi syariah, Lembaga Pembiayaan Syariah dan Dana Pensiun Syariah karena dalam pelaksanaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah dengan produk dan mekanisme transaksi yang berdasarkan prinsip syariah.

 

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment