Knowledge Base
571 views 0 comments

MANFAAT DAN RESIKO INVESTASI REKSADANA SYARIAH

by on 20/06/2017
 

Sobat sering mendengar perihal Investasi reksa dana syariah baik itu dari kawan ataupun mitra bisnis anda ? akan tetapi bagi masyarakat awam akan isitilah reksa dana syariah ini mungkin masih terdengar cukup asing di telinga tidak seperti saudaranya yaitu reksadana konvensional.

reksa dana syariah merupakan pilihan alternatif untuk berinvestasi bagi masyarakat yang memiliki modal (dana) namun terbatas untuk diinvestasikan dan dikelola oleh seorang koki professional yang dinamakan dengan Manajer Investasi. Setiap dana yang dihimpun oleh MI dari masyarakat dengan modal terbatas ini akan dibagi dalam beberapa jenis investasi (saham, obligasi, maupun deposito) dan tidak hanya di satu perusahaan melainkan beberapa perusahaan.

Masing-masing produk reksa dana mempunyai beberapa tujuan investasi yang berbeda, sesuai dengan jenis produk invetasi. reksa dana merupakan pilihan produk investasi yang praktis bagi masyarakat yang ingin berinvestasi saham bahkan di beberapa perusahaan sekaligus namun dengan modal yang relatif kecil.

Mungkin banyak orang berpikir mengapa tidak membeli langsung saham syariah di bursa efek ataupun menggunakan aplikasi Syariah Online Trading System atau lebih dikenal dengan SOTS. Ada beberapa hal yang menjadikan reksa dana syariah ini sebagai alternatif investasi yang diminati masyarakat dikarenakan reksa dana syariah ini memberikan keuntungan bagi investor dimana rekan – rekan sebagai investor tidak perlu melakukan pemantauan investasi setiap saat.

Karena hal tersebut merupakan tanggung jawab manajer investasi sepenuhnya. Masyarakat bisa memilih jenis reksa dana syariah yang bisa disesuaikan dengan karakteristik investasi ataupun profile resiko  masing-masing investor dan juga menyesuaikan tingkat return atau timbal balik yang akan diperoleh saat mengambil keputusan berinvestasi dalam produk reksa dana syariah.

Berikut ini adalah manfaat dalam memilih reksa dana syariah sebagai alternatif investasi selain investasi dalam bentuk tabungan,deposito, sukuk , property ataupun emas yaitu :

1. Reksa dana Syariah Dikelola oleh manajemen profesional

MI merupakan manajemen profesional yang memiliki keahlian khusus dalam bidang pengelolaan dana. Perannya sangat penting dalam hal ini MI di ibaratkan seorang koki handal yang dapat meramu berbagai produk keuangan yang dikelola untuk dapat menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya 1 produk investasi saja hal ini dilakukan oleh MI dimana pelayanan untuk  para investor yang hanya memiliki keterbatasan waktu dan tidak dapat melakukan riset terhadap perusahaan dan investasinya secara langsung untuk menganalisis harga efek dan akses informasi ke pasar modal.

2. Terdapatnya Diversifikasi investasi dimana dapat menurunkan risiko yang tinggi yang mungkin akan diterima oleh seorang investor

reksa dana syariah merupakan jenis investasi yang tidak hanya terfokus pada satu investasi pada satu saham perusahaan ataupun instrument pasar uang berupa deposito, ataupun sukuk. Hal ini  jelas akan mengurangi risiko yang ada dalam risiko tersebut meski tidak dapat menghilangkannya resiko hingga ZERO RISK. Dengan kata lain risiko yang ada tidak terpusat pada satu jenis investasi tetapi tersebar.

Berikut ini kami contohkan apabila rekan – rekan investor menempatkan dana invetsasi dalam bentuk reksadana campuran atau saham dimana Perlu diingat oleh  rekan – rekan investor risiko dalam produk tersebut ada dua jenis yaitu risiko gain dan risiko loss.

Bila reksa dana saham ataupun campuran yang telah rekan – rekan pilih untuk menempatkan dana investasi di 10 saham perusahaan dan dimana 3 diantaranya mengalami risiko loss, investor tidak perlu khawatir sebab ada kemungkinan 7 saham perusahaan lainnya tidak mengalami kerugian atau justru mengalami risiko gain atau keuntungan.

3. Reksadana Syariah Menerapkan Transparansi atas informasi investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi

Jenis investasi ini akan memberikan informasi perihal perkembangan portofolio serta biaya secara berkelanjutan. Hal ini dilakukan supaya pemegang Unit Penyertaan bisa memantau keuntungan, biaya, serta risiko setiap saat. Manajer Investasi selaku pengelola reksa dana juga wajib mengumumkan Nilai Aktiva Bersih per unit ( Net Aktiva Value per unit)  setiap harinya di surat kabar dan menerbitkan laporan keuangan tengah tahunan dan tahunan juga prospektus yang dilakukan secara teratur. Dengan adanya transparansi informasi ini di harapkan para investor juga dapat memonitor perkembangan investasinya secara rutin.

4. Tingkat Likuiditas tinggi

Dalam dunia investasi hal yang paling di perhatikan adalah Tingkat Likuiditas sebuah perusahaan Manajer Investasi dalam membayar kewajiban jangka pendeknya. Semakin perusahaan Manajer Investasi memiliki likuiditas yang tinggi, semakin perusahaan Manajer Investasi tersebut dapat dipercaya karena kemampuannya membayar kewajiban jangka pendek sangat baik. Dengan keuangan yang baik dan likuiditas yang tinggi maka seorang investor dapat mencairkan kembali Unit Penyertaannya setiap saat sesuai dengan ketetapan yang dibuat masing-masing produk reksa dana syariah.

5. Biaya Reksadana Sangatlah Rendah

Kok bisa biaya yang ditimbulkan rendah ?

Bisa dong karena reksa dana syariah dikenal sebagai himpunan banyak pemodal dan dikelola secara professional oleh seorang koki keuangan yang handal dinamakan Manajer Investasi. Sejalan dengan semakin profesionalnya dan handal dalam menentukan produk investasi yang akan ditempatkan oleh manjer investasi tersebut maka akan menghasilkan biaya transaksi yang sangat efisien pula. Biaya transaksinya akan jauh lebih rendah dibandingkan dengan investor yang melakukan investasi secara langsung di bursa efek dalam hal ini pasar saham syariah dimana terdapatnya resiko Cutloss.

6. Potensi Return Yang Akan Diterima Oleh Investor Tinggi

Reksa dana syariah merupakan alternatif investasi yang keuntungannya dapat dinikmati dalam jangka panjang dan sangat cocok bila dijadikan alternatif investasi yang menjamin investor dalam mempersiapkan masa pensiun, dana pendidikan, ataupun berbagai rencana jangka panjang lainnya seperti keliling dunia, modal usaha setelah pensiun.

7. Reksadana Syariah Lebih Aman

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tingkat risiko reksa dana tergolong rendah, dikarenakan adanya diversifikasi investasi maka hal ini jelas akan memberikan keamanan yang lebih baik bagi para investor dibandingkan dengan investasi yang dilakukan secara individu dan langsung di bursa efek ataupun pasar uang. Dana investasi yang disetor juga tidak dipegang langsung oleh perusahaan MI tetapi dititipkan pada rekening bank khusus yang dikenal sebagai bank kustodian.

Meskipun diatas telah dijelaskan dimana resiko reksa  dana syariah dapat terkontrol dengan baik akibat diversifikasi produk namun Ketika berbicara perihal masalah risiko, reksa dana syariah bukan berrati terbebas atas resiko investasi tersebut. Di mana nilai risikonya jelas lebih kecil dari investasi saham syariah , tapi lebih besar dari investasi lain seperti di investasi emas,Produk properti ataupun produk deposito dan sukuk. Berikut ini yang perlu diperhatikan terkait dengan resiko reksa dana antara lain :

1. Resiko Penurunan Nilai Aktiva Bersih

Hal ini disebabkan oleh harga pasar instrumen investasi mengalami penurunan dibanding harga pembelian awal. Penuruan harga ini disebabkan oleh beberapa factor yaitu kinerja bursa saham Jakarta Islamic indeks memburuk, kinerja emiten memburuk, situasi politik ataupun kondisi  ekonomi yang tidak stabil, serta berbagai faktor pendukung lain.

2. Resiko Terjadi Default

Masalah ini terjadi disaat Manajer Investasi membeli obligasi milik emiten yang ternyata mengalami kesulitan finansial padahal sebelumnya kinerja perusahaan tersebut masih baik-baik saja. Akibatnya, pihak emiten terpaksa tidak membayar kewajibannya.

3. Resiko Turunnya Harga Pasar

Resiko Turunnya harga pasar terjadi ketika harga instrumen investasi mengalami penurunan yang disebabkan menurunkan kinerja pasar saham secara drastis.

4. Resiko Likuiditas

Hal ini bisa jadi terjadi akibat pemegang Unit Penyertaan melakukan penarikan dana dalam jumlah besar dalam waktu yang sama sehingga MI mengalami rush. Biasanya hal ini terjadi karena adanya faktor negatif yang cukup besar seperti situasi politik dan ekonomi memburuk, terjadi penutupan atau kebangkrutan beberapa emiten, bahkan dilikuidasinya MI sebagai pengelola reksa dana.

ok demikian manfaat dan resiko reksadana syariah yang akan dihadapi oleh rekan – rekan investor pemula ataupun handal, bagi rekan rekan yang ingin terus mendapatkan informasi terupdate perihal pasar modal syariah dapat join media sosial kami baik di telegram, whatsapp ataupun facebook dan twitter.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment