Pasar Modal Syariah
316 views

Majelis Ulama Indonesia : Program Zakat Saham Ini Merupakan Pertama Di Dunia

by on 13/11/2017
 

Saham termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai haul nishab, minimal 2,5 persen dari nilai saham maupun dana tunai.

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengapresiasikan program Sazadah atau Zakat Saham Nasabah yang merupakan pengembangan dari program Berinvestasi Sambil Sedekah (BERKAH) yang tahun lalu diluncurkan, juga sebagai hasil kerjasama HP Sekuritas dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).Sehingga diharapkan program dapat menjangkau seluruh donatur di Indonesia.

“Kita harapkan seperti namanya menjadi Sazadah yang panjang, jangan pendek. Sazadah yang bisa menjangkau dari Sabang sampai Merauke, terutama bagi yang memiliki kelebihan harta,” ujar Amirsyah pada Grand Launching Sazadah di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (13/11).

Menurutnya, adanya inovasi ini sekaligus diharapkan bisa menyentuh para pelaku di bursa saham Indonesia yang kini dapat menyucikan harta mereka. Prinsip-prinsip syariah yang terkandung dalam program ini telah mendapatkan pengakuan dari MUI.

“Saham termasuk jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya setelah mencapai haul nishab, minimal 2,5 persen dari nilai saham maupun dana tunai,” Ujar Amirsyah Tambunan.

Menunaikan zakat saham perusahaan merupakan bagian dari kewajiban yang harus dibayarkan. Sebab saham adalah surat berharga yang menunjukkan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan.

Dengan demikian, apabila seseorang membeli saham, sama halnya ia membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut dan berhak atas keuntungan perusahaan dalam bentuk dividen pada saat perusahaan membukukan keuntungannya.

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menambahkan dalam pembahasan forum-forum ulama dunia, keputusan fatwa hukum mengeluarkan zakat atas kepemilikan saham adalah wajib bagi yang telah mencapai haul dan nisab (waktu dan jumlah yang ditentukan).“Di Indonesia, kewajiban mengeluarkan zakat perusahaan ini sesuai dengan UU no.23 tahun 2011 perihal Pengelolaan Zakat,” tutup dia.

Program zakat saham tersebut baru pertama kali di Indonesia dan di dunia. Meskipun saham sebagai objek zakat sudah lama menjadi pembahasan ulama sejak adanya saham. Lanjut Amirsyah berucap MUI sifatnya mendorong dan memotivasi serta mengawasi jika ada aspek-aspek kesyariahan dari program zakat saham tersebut yang melanggar syariah.

Dimana kewenangan pengawasan tersebut akan di berikan kepada DSN MUI dimana DSN MUI akan memberikan sertifikasi bagi perusahaan sekuritas yang ingin terlibat dalam penerapan zakat saham. Ia berujar nantinya DSN MUI juga terus memantau pengelolaan zakat saham sehingga apabila terjadi pelanggaran syariat akan ditindak secara tegas.

“Jika pengelolaannya tidak sesuai dengan syariat, tentu akan mendapat teguran. Kita akan cabut sertifikat dari DSN MUI,” ucapnya.

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment