Pasar Modal Syariah
299 views

Lima Karakteristik Imbalan Sukuk Negara

by on 26/07/2017
 

Pembayaran imbal hasil sukuk negara dilakukan secara periodik.

Dalam setiap penerbitan sukuk negara selalu ada imbal hasil yang menyertai. Setiap sukuk negara pun punya nilai imbal hasil dan periode pembayaran yang berbeda, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, secara umum, imbalan sukuk negara punya lima karakteristik. Apa itu?

  1. Imbalan berasal dari hasil transaksi atas underlying asset sukuk negara

Setiap penerbitan sukuk negara pasti ada underlying asset-nya sebagai dasar transaksi sukuk. Dari pengelolaan aset itulah kemudian akan diperoleh imbalan sukuk negara. Bentuk imbalan ini pun disesuaikan dengan akad yang digunakan pada sukuk negara.

Misalnya, jika akad yang dipakai adalah Ijarah, maka bentuk imbalannya berupa pembayaran uang sewa /ujroh. Contohnya, SBSN Ijarah Sale and Lease Back, imbalannya berupa sewa atas Barang Milik Negara berbentuk tanah dan/atau bangunan, imbalan SBSN Ijarah Asset to be Leased berupa sewa atas aset yang dihasilkan dari proyek-proyek pemerintah, dan imbalan SBSN Ijarah Al Khadamat berupa sewa atas jasa layanan haji.

  1. Dapat bersifat tetap (fixed)

Imbal hasil sukuk negara yang diberikan biasanya bersifat tetap. Penentuan imbalan sukuk negara sebelum penerbitan pun diperbolehkan apabila penerimaan dari aset sukuk yang digunakan bersifat tetap (fixed) dan sesuai dengan akad yang digunakan.

  1. Dapat diberikan secara periodik (bulanan atau semesteran).

Pembayaran imbalan sukuk negara dijamin secara penuh oleh Pemerintah, sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 19/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Pembayaran imbalan pun bisa dilakukan per bulan maupun per semester.

Jenis sukuk negara yang pembayaran imbal hasilnya dilakukan bulanan seperti sukuk dana haji, sukuk ritel dan sukuk tabungan. Sementara, jenis sukuk yang imbal hasilnya diberikan per semester adalah sukuk Islamic fixed rate, project based sukuk, dan sukuk global.

  1. Nilai imbal hasil berupa persentase (%) dari nilai nominal SBSN

Nilai imbal hasil pada sukuk negara selalu dinyatakan dalam persentase. Misalnya, dalam penerbitan sukuk ritel, imbal hasil ditetapkan sebesar 6 persen per tahun. Jika kamu membeli sukuk ritel sebesar Rp 10 juta, maka per bulan kamu akan mendapat imbal hasil sebesar Rp 50 ribu sebelum pajak.

  1. Ditentukan dengan mempertimbangkan benchmark harga dalam negeri dan internasional

Dalam menentukan imbal hasil sukuk negara berdenominasi mata uang asing, pemerintah memakai benchmark (acuan) pada tingkat bunga internasional, misalnya Libor atau US Treasury ditambah dengan margin. Sedangkan, untuk imbal hasil sukuk dalam negeri, benchmark yang digunakan adalah suku bunga Bank Indonesia, suku bunga deposito atau yield obligasi negara dengan tenor yang sama.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment