IKNB Syariah
774 views

Lembaga Keuangan Mikro Syariah Harus Lebih Lincah dari “Lintah Darat”

by on 06/10/2015
 

Belanda berhasil menguatkan perekonomiannya sebesar US$ 2,4 miliar untuk ekspor dengan menjadikan bunga tulip sebagai komoditas utama pertanian. Menarik. Kok bisa?

Ya, karena pemerintah Belanda sadar betul apa potensi yang dimiliki negaranya, sehingga para petani tulip pun tidak kesulitan untuk membudidayakan tulip. Salah satu yang dilakukan Belanda adalah karena mempunyai koperasi yang bertujuan untuk mempermudah petani dalam menjual bunga yang mereka tanam, dan juga memudahkan pembeli untuk mendapatkan bunga yang diinginkan.

Koperasi itu bernama FloraHolland, melalui koperasi ini bunga-bunga dilelang untuk mencapai harga yang disepakati bersama. Tanaman dan bunga yang diperdagangkan tidak hanya dari Belanda, tetapi juga termasuk dari Kenya, Ethiopia, Israel, Belgia dan Jerman. Dan biasanya bunga-bunga ini di ekspor ke lima negara yang membeli dengan skala besar yaitu ke Inggris, Perancis, Jerman, Italia dan Rusia.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia adalah dengan menjadikan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bisa tumbuh dan berkembang. Karena apa? Karena 99,99% unit usaha di Indonesia pada di sektor tersebut. Menurut data dari kementrian koperasi dan UMKM tahun 2013, jumlah pelaku usaha UMKM mencapai hamper setengah dari jumlah penduduk Indonesia yaitu 114.144.082 orang.

Banyak sekali ya namun sayang, potensi yang sangat besar ini belum dibarengi dengan peningkatan taraf hidup yang lebih baik dari para pelaku usahanya. Masih sering kita dengar, banyak masyarakat yang meminjam uang untuk modal usaha ke rentenir. Para lintah darat ini memang sangat lincah untuk memberikan ‘bisa’nya kepada orang yang ‘membutuhkan’.

Kalau kita terlisik lagi, para rentenir ini membebankan bunga yang sangat besar yang sesungguhkan sangat memberatkan untuk para peminjam yaitu masyarakat kecil. Mayoritas masyarakat kecil tidak tahu cara mendapatkan modal, tidak paham perbankan, tidak tahu bahwa bunga rentenir itu sebenarnya haram alias dosa.

Yang mereka pikirkan hanya “yang penting saya bisa melanjutkan hidup esok hari.” Di sinilah peran lembaga keuangan mikro syariah bisa menyasar situasi dan kondisi yang serba dilema ini. Mengapa harus lembaga keuangan mikro? Karena lembaga ini telah menunjukkan kemampuan untuk mengubah kondisi ekonomi masyarakat akar rumput (grass root) yang semula berorientasi konsumtif berubah menjadi produktif. BMT sangat memungkinkan untuk turut serta dalam program ini.

Selain berjutuan untuk membantu memudahkan masyarakat, peran BMT dalam program laku pandai bisa sebagai sosialisasi perbankan syariah di Indonesia, khususnya pada masyarakat kecil. Akan menyulitkan bila memberikan sosialisasi tentang apa pengertian perbankan syariah, apa yang diharamkan, apa yang dihalalkan, apa manfaat melakukan kegiatan syariah kepada masyarakat kecil, karena biasanya masyarakat kecil tidak terbuka pada hal-hal demikian.

Masyarakat diberikan pengetahuan mengenai manfaat menggunakan sistem perbankan syariah melalui kemudahan dan kenyamanan dalam pemafaatannya. Diharapkan masyarakat bisa survive secara ekonomi, syukur-syukur bisa menaikkan derajat sosial ke arah yang lebih baik. Bila masyarakat sudah mengetahui manfaat dari ekonomi syariah, maka tentu ia akan merasa bahwa selain ekonomi syariah meguntungkan juga membuat hati nyaman.

Oleh: Gerhana Ika Saraswati
URL: https://gerhanaikas.wordpress.com/2015/10/05/lembaga-keuangan-mikro-syariah-harus-lebih-lincah-dari-lintah-darat/

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment