312 views 0 comments

KNKS akan Susun Rencana Aksi Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah

by on 28/07/2017
 

Target KNKS adalah menjadikan Indonesia sebagai pusat ekuangan syariah global.

Indonesia punya potensi besar untuk menjadi pusat keuangan syariah global dengan populasi muslim terbesar di dunia. Namun, saat ini Indonesia masih tertinggal jika dibanding negara lainnya, seperti Malaysia dan negara-negara Timur Tengah. Oleh karena itu, kehadiran Komite Nasional Keuangan Syariah demi mewujudkan target tersebut.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk mencapai tujuan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah global, maka ekonomi syariah harus bisa berperan besar dan menjadi bagian dari arus utama ekonomi dan pembangunan Indonesia.

“Jadi kita harus melakukan pengarusutamaan ekonomi syariah dalam konteks pembangunan ekonomi Indonesia. Tentunya ekonomi syariah akan menjadi bagian dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional, rencana pembangunan jangka panjang dan pendek. Kami juga akan segera menyusun rencana aksi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” katanya dalam konferensi pers High Level Discussion Silaturahmi Kerja Nasional Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Jumat (28/7).

Apa isi dari rencana aksi tersebut? Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah atau pemberdayaan sektor riil. “Kita selama ini sibuk dengan perbankan syariah dan lupa jika sektor keuangan bisa jalan jika sektor riil berjalan baik. Kami ingin pengembangan sektor keuangan syariah dilandasi pengembangan sektor riil,” jelas Bambang.

Selain itu, lanjut dia, hal penting lainnya adalah Indonesia masih kekurangan jumlah wirausahawan. “Indonesia masih kurang wirausahawan dan kita harus tambah jumlahnya. Dalam pengembangan ekonomi syariah kita harus menciptakan market,” ujar Ketua Umum IAEI ini.

Kedua, pendalaman pasar keuangan dengan salah satu fokusnya adalah keuangan mikro syariah. “Kami akan fokus di keuangan mikro syariah karena itu khas Indonesia dan kebutuhan Indonesia dan kami ingin mencetak wirausaha sebanyak-banyaknya, khususnya wirausahawan muslim. Banyak praktek keuangan mikro di Indonesia yang bsia dijadikan contoh baik bagi nasabah bank syariah dan BMT. Contoh bagus itulah yang sebaiknya dijadikan model dan replikasi sebanyak mungkin ke berbagai institusi di Indonesia,” paparnya.

Ketiga, mengoptimalkan dana sosial agar terus bermanfaat bagi penerimanya. Saat ini potensi dana sosial di Indonesia berupa zakat dan wakaf masih sangat besar. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar pengelolaan zakat, wakaf dan wakaf tunai ini bisa memberdayakan perekonomian umat.

“Potensi dana sosial di Indonesia besar tapi belum tergarap baik. Banyak yang bisa dilakukan dan melalui Komite Nasional Keuangan Syariah ini kita bisa bersinergi. Kami akan melakukan harmonisasi antara ekonomi dan keuangan syariah dengan pembangunan berkelanjutan,” cetus Bambang.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment