Knowledge Base
2677 views 0 comments

KEUNTUNGAN YANG DAPAT DIPEROLEH DARI BERINVESTASI SAHAM

by on 07/08/2017
 

Dalam menjalankan sebuah investasi, apapun jenisnya maka seseorang dituntut agar memahami potensi keuntungan dan kerugiannya atas investasi yang akan rekan-rekan pilih.

Pasalnya Keuntungan dan kerugian pun akan berbeda dari setiap instrumen investasi yang kita pilih baik itu sektor pasar uang ataupun berinvestasi dalam bentuk saham.

Oleh karena itu, sebelum mengambil sebuah keputusan untuk berinvestasi di dunia pasar modal syariah sebaiknya Rekan-rekan investor pemula harus memikirkan dengan baik potensi keuntungan maupun kerugiannya. Selain itu Ada baiknya rekan-rekan investor pemula mengetahui terlebih dahulu pengertian investasi saham dan cara investasi saham yang baik dan menguntungkan dengan mempelajari analisa teknikal ataupun fundamental saham yang umum dipergunakkan dan mengikuti tips investasi saham dari para pakar atau Broker Saham yang kredibel dan terpercaya,

Memahami aspek-aspek yang mempengaruhi Fluktuasi nilai jual saham suatu perusahaan dimana sangat dipengaruhi oleh naik turunnya kondisi ekonomi, rumor positif & negatif yang dimiliki oleh saham tersebut, fluktuasi nilai kurs rupiah terhadap mata uang asingaksi korporasi sendiri, Analisa atas Proyeksi Kinerja perusahaan pada masa  mendatang, kondisi fundamental ekonomi makro, dan yang paling penting yang harus dapat dipahami adalah adanya manipulasi  pasar oleh para pemodal besar untuk menaikkan ataupun menurunkan harga saham hal ini sering disebut faktor market marker.

Mengingat modal dan resikonya yang besar, dalam berinvestasi saham diperlukan kecermatan dan keahlian untuk memperhitungkan kondisi ekonomi yang akan terjadi agar memperoleh keuntungan. Jenis saham dibagi menjadi dua yaitu saham biasa dan saham preferen.

keuntungan memilih investasi saham #SahamSyariah Click To Tweet

Berikut ini akan kita bahas tentang keuntungan memilih investasi saham. Keuntungan berinvestasi saham diantaranya ada tiga hal yaitu:

1. Memperoleh Capital Gain

Capital gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual, dimana harga jual lebih tinggi dari harga beli, capital gain terbentuk dengan adanya aktifitas perdagangan di pasar sekunder. Memperoleh keuntungan dari Capital Gain seringkali merupakan tujuan dari investor jangka pendek yang melakukan jual beli hanya dalam hitungan hari, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk investor jangka panjang juga melakukannya karena Capital Gain dapat diperoleh dalam jangka waktu kepemilikan saham yang telah ditentukkan oleh investor jangka panjang minimal 5 tahun untuk melakukan menabung saham.

Misalnya rekan-rekan melakukan pembelian satu lembar saham Unilever dengan berkode saham UNVR dengan harga Rp 47.425, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp 48.374, maka keuntungan Anda adalah Rp 949/perlembar saham atau setara 2% lebih tinggi dari modal awal hal ini  yang disebut dengan capital gain.

Namun tidak selalu Anda akan mendapatkan keuntungan dari saham berupa capital gain, ada kalanya rekan-rekan terpaksa harus menjual saham UNVR tersebut  dengan harga jual yang lebih rendah dari harga beli yang biasa kami sebut sebagai CAPITAL LOST. Misalnya jika Anda membeli saham Garuda Indonesia berkode saham GIAA dengan satu lembar sahamnya seharga Rp 346,- ternyata harus dijual dengan harga Rp 334,- maka Anda akan mengalami capital lost sebesar Rp 12,- setiap lembar sahamnya atau setara 3,5%.

2. Memperoleh Saham Bonus

Saham bonus adalah adalah pembagian saham kepada para pemegang saham berdasarkan jumlah lembar yang dimilikinya. Dengan membagikan saham bonus, perusahaan tidak perlu mengurangi jumlah kas yang dimilikinya.

Pembagian saham bonus tidak mengubah nilai ekuitas suatu perusahaan. Selain itu, pembagian saham bonus juga bertujuan untuk menaikkan jumlah peredaran saham suatu perusahaan. Saham bonus dapat berupa dividen saham atau non dividen saham.

Saham bonus ini merupakan saham yang dibagikan oleh perusahaan kepada pemegang saham yang diambil dari agio saham. Agio saham adalah keuntungan yang didapat perusahaan atas penjualan sahamnya yang dijual lebih tinggi dari nilai sesungguhnya dari saham tersebut atau yang juga disebut nilai pari (Par Value). Nilai jual dan beli saham suatu perusahaan berubah-ubah sesuai kondisi pasar. Perusahaan yang dinilai memiliki potensi untuk meraup keuntungan lebih banyak di kemudian hari, yang berarti akan mampu membagikan dividen tunai yang lebih besar, akan mengalami kenaikan nilai jual saham. Kenaikan nilai jual saham ini akan menghasilkan agio perusahaan. Semakin tinggi kenaikan tersebut, semakin besar agio saham perusahaan tersebut.

3. Memperoleh Dividen Tunai

Deviden merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan pada pemegang saham. Keuntungan ini diberikan oleh para pemegang saham saat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Biasanya para keuntungan ini dibagikan oleh perusahaan kepada para pemegang saham dalam bentuk uang tunai atau dalam bentuk rupiah berdasarkan jumlah saham. Bisa juga berupa deviden stok yaitu mengganti keuntungan dengan penambahan saham.

Untuk mendapatkan dividen, seorang pemegang saham tidak harus memiliki sahamnya dalam jangka waktu yang lama. Meski begitu, hanya pemilik saham yang memegang saham sampai cum-date dividen-lah yang berhak menerima dividen suatu perusahaan.

Hal ini dapat membuat harga saham suatu perusahaan meningkat saat mendekati cumulative date (cum date) dan menurun setelah melewati ex-date-nya. Cum date setiap perusahaan berbeda-beda. Setelah cum-date, pemegang saham akan menerima email pemberitahuan mengenai dividen saham yang akan diterimanya.

Namun tidak semua keuntungan perusahaan dibagikan oleh para pemegang saham secara rutin karena sebagian dari keuntungan juga digunakan untuk investasi dan pengembangan perusahaan.

Akan tetapi kondisi perusahaan dengan frekuensi pembagian dividen lebih sedikit dan tidak teratur akan mengakibatkan kurang diminati sahamnya. Sedangkan perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan mempu menghasilkan keuntungan biasanya memiliki waktu pembagian dividen yang teratur akan diminati oleh para investor jangka pendek ataupun jangka panjang. Namun bukan berarti 100% keuntungan perusahaan dibagikan kepada para pemegang saham akan menunjukkan peningkatan jual dan beli saham tersebut.

Dalam pembagian dividen, ada beberapa faktor yang menentukan yaitu kebutuhan dana perusahaan, likuiditas, kemampuan mendapatkan pinjaman, pengendalian perusahaan dan pembatasan perjanjian hutang. Secara garis besar, jika perusahaan tidak menghasilkan keuntungan dan tidak memiliki arus kas yang baik, maka tidak akan ada dividen yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.

Jika Anda ingin berinvestasi untuk jangka panjang, pilihan devidenlah yang cocok untuk anda untuk dapat dilakukan. Namun para trader saham biasanya lebih memilih untuk keuntungan dari kenaikan nilai saham dibandingkan deviden. Karena deviden hanya berlaku sebagai pemanis saja.

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment