IKNB Syariah
338 views

Kesadaran Masyarakat Atas Asuransi Mikro Masihlah Minim

by on 16/08/2017
 

Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah OJK Moch. Muchlasin mengungkapkan, di 2018, pihaknya akan menguji coba penjualan produk asuransi mikro melalui digital, seperti pengajuan polis dan pembayaran klaim, untuk mempermudah nasabah membeli dan menjangkau ke pelosok daerah.

Kesadaran Masyarakat Atas Asuransi Mikro Masihlah Minim #AsuransiSyariah Click To Tweet

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki harapan bahwa kontribusi asuransi mikro dapat turut serta berkontribusi 5% dari total perolehan premi,sulit dipenuhi perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi kesulitan dalam mendongkrak premi asuransi mikro lantaran kesadaran masyarakat berasuransi masih minim.

Wakil Presiden Direktur BNI Life Insurance Geger N. Maulana  mengakui, bahwa kontribusi asuransi mikro memang masih sangat minim lantaran baru disetujui OJK tahun lalu. Hingga saat ini, tren pertumbuhan asuransi mikro di BNI Life hanya mengalami pertumbuhan single digit.

Sasaran asuransi mikro di tujukan untuk sektor pertanian, khususnya peternak dan petani, saat ini dinilai belum merata. Maka, Geger berharap adanya edukasi yang secara intensif dari pemerintah kepada petani, nelayan dan peternak atas pentingnya asuransi mikro.

“Petani, nelayan, peternak, dan pengusaha kecil perlu waktu untuk memahami manfaat membeli produk asuransi mikro tersebut,ungkap Geger, Jumat (11/8).

Pertumbuhan premi BNI Life Insurance Per Juli 2017, mencapai Rp 3,2 triliun atau naik 42% secara tahunan atau year on year (yoy). Dari total premi, sedangkan kontribusi produk asuransi mikro hanya berkisar Rp 6 miliar dengan rincian sebagai berikut premi asuransi mikro individu Rp 1 miliar dan asuransi mikro kumpulan untuk kredit kecil sebesar Rp 5 miliar. Kontribusi yang masih minim juga terlihat pada produk asuransi PT Asuransi Simas Net.

Tanpa menyebut nilai, Presiden Direktur Asuransi Simas Net Teguh Aria Djana menyatakan, kontribusi premi asuransi mikro terhadap total pendapatan premi Juli Rp 18 miliar masih kecil.

Sementara, kontribusi premi asuransi mikro  Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) telah mencapai 7%. Per Juli 2017, hal ini terlihat dari total pendapatan premi Jasindo yaitu sebesar Rp 2,37 triliun. Dari total premi tersebut, kontribusi dari segmen ritel 39,6%. Sisanya berasal dari segmen korporasi. Kontribusi premi produk asuransi mikro sebesar 7%.

Direktur Operasional Ritel Jasindo Sahata L. Tobing optimistis pada semester dua kelak, premi asuransi mikro akan terus naik. “Memasuki musim tanam akan terdapat kenaikan. Berkaca pada bisnis segmen ritel kami naik 24% per Juli ini, kami perkirakan kontribusi produk asuransi mikro  bisa naik hingga 15% tahun ini, Ujar Sahata.

Jasindo akan terus mengembangkan produk baru di produk pangan dari komoditas lain seperti jagung, tebu dan sebagainya. Mereka juga menggarap asuransi ternak, nelayan, dan asuransi tenaga kerja dari luar negeri.

Dalam memasarkan produk asuransi mikro, pelaku asuransi akan memaksimalkan jalur digital. Jasindo, misalnya akan memasarkan produknya secara online. Sedangkan Simas Net akan memperbanyak kerjasama dengan financial technology (fintech) yang berorientasi ke ekonomi mikro.

Lalu, BNI Life akan menggarap kerjasama dengan agen laku pandai Bank BNI yang saat ini sebanyak 50.000.

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment