Pasar Modal Syariah
429 views

Kerja Sama dengan Bursa Malaysia, Indonesia Harus Hati-hati

by on 03/10/2016
 

Populasi penduduk yang lebih banyak membuat pasar Indonesia sangat menarik.

bursaaMenyusul penandatanganan nota kesepahaman antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan Bursa Malaysia pada Agustus 2016 silam, kedua belah pihak telah membahas beberapa hal teknis terkait kerja sama pengembangan pasar modal syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun terus memantau perkembangan kerja sama tersebut agar menguntungkan pasar modal Indonesia.

Direktur Pasar Modal Syariah OJK Fadilah Kartikasasi mengatakan, Bursa Malaysia lebih agresif untuk dapat masuk ke pasar modal Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki potensi pasar yang lebih besar dibanding negara jiran karena punya keunggulan populasi penduduk yang lebih banyak.

“Penduduk di sana lebih sedikit, sedangkan produknya banyak, jadi pasarnya sudah jenuh. Sementara di Indonesia penduduk banyak dan belum banyak juga yang paham, jadi potensinya besar banget karena belum kenal produknya, sementara di sana masyarakatnya lebih melek investasi dibanding di sini,” paparnya, pekan lalu.

Menurutnya, dengan kondisi pasar modal Malaysia yang lebih advance sepertinya membuat mereka lebih siap untuk masuk ke pasar Indonesia dibanding sebaliknya. “Potensi pasar Indonesia yang lebih besar membuatnya menjadi target sasaran, maka kita harus lebih hati-hati,” cetus Fadilah.

Menindaklanjuti rencana perdagangan efek syariah lintas negara, pihaknya pun akan melihat apakah perdagangan efek lintas negara di pasar konvensional diperbolehkan. “Kita lihat dulu di konvensional boleh tidak cross border offering, jadi kalau itu boleh, kita akan boleh. Kalau konvensional bisa seperti itu, maka kita tidak akan membuat kebijakan lain karena ini mestinya sama. Nanti ada distorsi pasar kalau satu dibuka, yang satu tidak ada,” pungkasnya.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment