Pasar Modal Syariah
98 views

Kenali Tiga Potensi Risiko Sukuk Ritel dan Cara Menghindarinya!

by on 14/07/2017
 

Investor perlu mengetahui risiko investasi agar bisa meminimalisir risikonya.

Meski sukuk ritel telah dijamin oleh negara, instrumen ini ternyata juga memiliki potensi risiko investasi, loh. Sebagai produk investasi syariah, sukuk ritel tentu tak terlepas dari risiko yang menyertainya. Kalau investasi pastilah ada keuntungan dan risikonya, kan…

Nah, potensi risiko sukuk ritel memang tak sebanyak produk surat berharga syariah lainnya. Tapi, tetap saja kamu sebaiknya perlu mengetahui apa saja potensi risiko yang bisa terjadi saat kamu berinvestasi di sukuk ritel, sehingga kamu bisa meminimalisir risiko yang mungkin terjadi.

Lalu, apa saja potensi risiko yang mungkin muncul saat berinvestasi di sukuk ritel? Setidaknya ada tiga potensi risiko investasi sukuk ritel. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini dan juga tips bagaimana menghindar dari risiko investasi yang mungkin terjadi.

  1. Risiko Gagal Bayar (Default Risk)

Risiko gagal bayar adalah risiko tidak terpenuhinya pembayaran imbalan dan dana pokok sukuk ritel pada saat jatuh tempo. Namun, pada instrumen sukuk ritel risiko ini sangat kecil bahkan hampir tidak ada. Kenapa? Karena pembayaran dana pokok dan imbalan sukuk ritel dijamin penuh oleh negara berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara. Imbal hasil dan dana pokok sukuk ritel kamu pun pasti akan kembali karena telah masuk dalam APBN.

  1. Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)

Di satu titik tak menutup kemungkinan kamu harus menjual sukuk ritel karena membutuhkan dana mendesak. Kalau terjadi hal darurat seperti itu, kamu pun bisa menjual sukuk ritel di pasar sekunder. Nah, risiko likuiditas terjadi apabila kamu mengalami kesulitan untuk menjual sukuk ritel di pasar sekunder.

Risiko likuiditas bisa menimbulkan potensi kerugian apabila kamu sulit menjual sukuk ritel di pasar sekunder pada tingkat harga (pasar) yang wajar. Lalu bagaimana cara menghadapinya? Risiko ini dapat diatasi dengan menghubungi dan meminta bantuan Agen Penjual Sukuk Ritel untuk menjual sukuk ritel milikmu.

  1. Risiko Pasar (Market Risk)

Risiko ini terjadi jika kamu menjual sukuk ritel sebelum jatuh tempo. Risiko pasar memberikan potensi kerugian bagi investor apabila terjadi kenaikan tingkat suku bunga yang menyebabkan penurunan harga sukuk ritel di pasar sekunder.

Di sini kamu bisa mengalami kerugian (capital loss) apabila kamu menjual sukuk ritel di pasar sekunder sebelum jatuh tempo pada harga jual yang lebih rendah dari harga belinya. Bagaimana cara menghindarinya? Risiko ini dapat dihindari dengan cara memegang sukuk ritel sampai jatuh tempo!

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment