Pasar Modal Syariah
740 views

Keamanan Investasi Jadi Pertimbangan Investor

by on 23/05/2016
 

Tak hanya tingkat return yang menjadi pertimbangan investasi, tetapi juga keamanannya.

Direktur Penilai Harga Efek Indonesia Wahyu Trenggono mengatakan, dalam memperhatikan kecenderungan investor memilih tempat investasi dapat ditilik dari dua sentimen yang ada, yaitu sentimen domestik dan eksternal. “Di domestik momentumnya sedang bagus dengan inflasi dan suku bunga BI rate semua sedang turun. Pada akhir kuartal empat 2015, pertumbuhan ekonomi juga di atas prediksi, yaitu 5,1 persen. Jadi itu sesuatu yang bagus,” katanya.

Ia melanjutkan jika investor melihat kondisi perekonomian Indonesia bagus, maka risikonya pun semakin kecil. “Sesuai dengan prinsip di pasar modal, kalau high risk high return, maka low risk pasti low return. Kalau secara domestik kondisi perekonomian bagus, artinya risiko merendah dan orang tidak akan meminta return yang tinggi,” tukas Wahyu.

Dengan sentimen domestik yang positif, tambah Wahyu, artinya yield yang ditawarkan bisa menurun. “Misalnya saat situasi ekonomi tidak bagus, investor maunya pegang surat berharga dengan yield 8-9 persen. Tapi dengan kondisi sekarang lebih bagus, investor pegang surat utang yield-nya 7 persen saja sudah berani,” cetusnya.

Selain sentimen domestik, menurut dia, perlu pula diperhatikan faktor eksternal. “Kalau orang punya dana, maka akan mencari tempat yang menawarkan return tinggi. Tetapi hal pertama yang dicari investor adalah tempat yang aman untuk menaruh dana. Indonesia termasuk negara yang aman karena sudah masuk kategori investment grade,” imbuh Wahyu.

Setelah itu, investor akan melihat negara yang menawarkan return paling tinggi diantara negara yang memiliki level keamanan sama. Wahyu menuturkan, Indonesia pun tercatat sebagai negara yang menawarkan return yang paling tinggi dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia dan Vietnam.

Hal pertama dicari investor adalah tempat aman untuk menaruh dana Click To Tweet

Ia memaparkan, Indonesia memiliki tingkat return di level 7,9 persen, sedangkan Vietnam antara 7-7,2 persen, India 4 persen dan Malaysia 3 persen. “Investor pasti akan ke Indonesia, cuma mereka pasti akan diversifikasi, tidak mungkin seluruh dana ditaruh di Indonesia. Ada yang ke Vietnam atau Filipina karena mereka juga aman,” kata Wahyu.

Details
 
Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment