Knowledge Base
170 views 0 comments

Jangan Percaya Dengan Bid & Offer Tebal Dalam SOTS

by on 21/08/2017
 

Didalam aplikasi SOTS akan menunjukkan Bid dan Offer

Bid dan Offer adalah istilah harga saham ketika transaksi berlangsung di bursa, apabila anda ingin menjual saham dan diberitahukan bahwa harga saham Harum energy Tbk (HRUM) open price Rp 2.380 merupakan menunjukkan harga pembukaan saat sesi perdagangan di buka. Disaat setelah sesi perdagangan dilakukan pembukaan maka akan muncul informasi harga AALI yang selalu berubah dikarenakan pada hitungan detik,menit ataupun jam harga saham tersebut akan mengalami perubahan tergantung dengan keaktifan perdagangan saham tersebut.

Didalam aplikasi SOTS akan menunjukkan Bid dan Offer  apakah Bid & Offer tersebut, dalam dunia saham istilah Bid dikenal sebagai harga penawaran beli, minat beli, antri beli sedangkan Offer adalah istilah harga penawaran jual, minat jual, antri jual.

Dari kedua  pengertian diatas, yang namanya bid ataupun Offer yang tercantumkan dalam sistem online trading syariah rekan – rekan tidak dapat dipastikan memperoleh harga yang rekan – rekan tawarkan untuk membeli ataupun harga yang rekan-rekan tawarkan disaat ingin melakukan penjulan. Hal tersebut disebabkan karena rekan-rekan harus mengantri atas pengajuan nilai penawaran yang sama yang di inputkan oleh para trader lainnya sehingga apabila batas antrian dan harga penawaran pembelian saham yang rekan – rekan ajukan di setujui oleh para penjual maka barulah rekan-rekan akan memperoleh saham yang rekan – rekan inginkan sesuai dengan harga yang diajukan begitu juga sebaliknya. Berikut ilustrasi perdagangan Harum energy Tbk (HRUM).

Jangan Percaya Dengan Bd & Offer Tebal Dalam SOTS #SahamSyariah; #SOTS Click To Tweet

Misalkan harga HRUM saat ini 2.440 (2,85%) meningkat dari harga 2.380 dan rekan-rekan sekalian melakukan pengajuan harga pembelian (Bid) sebanyak 100 lot di harga 2400, itu memiliki arti “Apabila HRUM turun ke 2400, Saya telah bersedia membeli sebanyak 100 lot”.

Beberapa saat kemudian, saat WSKT turun ke 2.400, dan saat itu terdapat penjual yang menyetujui harga yang rekan-rekan ajukkan dalam sistem online trading syariah (SOTS) maka secara otomatis dana dalam RDN rekan-rekan sekalian akan berkurang dan menjadi database portofolio saham yang rekan-rekan miliki yaitu saham Harum energy Tbk (HRUM) telah rekan – rekan miliki.

Begitu juga sebaliknya dalam hal pengajuan harga penjualan (Offer) dimisalkan anda melakukan penawaran harga jual saham HRUM yang rekan-rekan miliki di harga 2.480 dan saat itu terdapat  pembeli yang setuju dengan harga yang rekan-rekan ajukan maka rekan – rekan telah memperoleh keuntungan dari transaksi perdagangan yang dinamakan capital gain sebesar 3,3% dari harga pembelian yaitu Rp 2.400.

Ilustrasi Bid & Offer

Cara ini adalah sah dan legal termasuk jika dilakukan berulang-ulang. Mungkin anda berpikir : “wah, sama ya kayak jual beli di pasar tradisional”. ini benar, tapi ada bedanya, yaitu karena anda tak bertemu dengan penjualnya, maka harga bid/offer dapat dengan mudah diubah atau dibatalkan. Beda kalau anda bertemu langsung dengan penjualnya.

Namun penulis menyarankan jangan terkecoh dengan posisi bid yang tebal karena bid tebal sendiri dikarenakan dalam beberapa kali penulis melakukan transaksional  terdapat penawaran  yang dilakukan secara semu melakukan transaksi dengan memasang bid tebal agar tercipta suatu permintaan semu, hal ini akan membuat orang awam akan mencoba untuk mengikuti teori Supply and Demand jika permintaan lebih besar dari penawaran akan membuat harga meningkat.

Teori seperti inilah yang coba dirubah oleh para Bandar Saham. Disini para Bandar Saham mencoba untuk menarik perhatian para investor saham dengan antri atau memasang di posisi bid sehingga bid menjadi tebal dengan tujuan agar para investor memakan offernya dengan harapan harganya akan naik. Dari sisi investor yang sedang melakukkan antrian atau sedang memperhatikan saham tersebut, mereka akan merasa ketakutan karena teori Supply and Demand tadi yang membuat para investor ketakutan harga saham tersebut akan naik jika tidak ikut membelinya.

 

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment