Knowledge Base
303 views 0 comments

Jakarta Islami Indeks

by on 11/08/2017
 

Terdapat indeks harga saham yang lebih spesifik dengan dasar ajaran islami yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dengan beranggotakan 30 saham pilihan

Pasar modal mempunyai indikator indeks harga saham yang menjadi pintu gerbang sekaligus barometer utama untuk para investor dalam mengambil keputusan stratejiknya. Perhitungan terhadap indeks harga saham dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Cara yang umum dilakukan melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merupakan indeks komposit seluruh saham yang listing di BEI.

Perhitungan IHSG dilakukan tanpa pembobotan (weighted) dengan asumsi peran setiap saham dinilai sama pengaruhnya terhadap pergerakan harga pasar. Oleh karena itu semua jenis indeks harga saham lainnya merupakan turunan sekaligus anggota IHSG.

Di samping itu, terdapat indeks harga saham yang lebih spesifik dengan dasar ajaran islami yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dengan beranggotakan 30 saham pilihan. Ke -30 saham anggota JII tersebut dinilai memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Daftar Emitten Saham Yang Terdaftar Dalam Jakarta Islami Indeks #SahamSyariah Click To Tweet

JII telah dikembangkan sejak tanggal 3 Juli 2000 oleh PT Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan PT Danareksa Investmen Management. Pembentukan instrumen syariah ini untuk mendukung pembentukan Pasar Modal Syariah yang dibentuk berdasarkan syariah islam, indeks ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur kinerja saham – saham yang berbasis syariah yang kemudian diluncurkan di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2003.

Pada awal peluncuruan JII, pemilihan saham JII yang sesuai dengan kriteria syariah melibatkan dewan pengawas syariah PT Danareksa Investment Management. Akan tetapi saat ini penerbita JII di lakukan oleh Bursa Efek Indonesia berpacu pada Daftar Efek Syariah yang di terbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Penentuan kriteria dalam pemilihan saham dalam JII berdasarkan arahan Dewan Syariah Nasional & peraturan Bapepam-Lk No IX.A.13 tentang penerbitan efek syariah dimana jenis kegiatan utama suatiu badan usaha yang dinilai tidak memenuhi syariah islam. Yaitu ;

  1. Usaha perjudian dan permainan yang terolong judi atau perdagangan yang dilarang
  2. Menyelenggarakan jasa keuangan yang menerapkan konsep ribawi, jual beli resiko yang mengandung ghorar dan maysir.
  3. Melakukan investasi pada perusahaan yang pada saat transaksi tingkat (nisbah) hutang perusahaan kepada lembaga keuangan ribawi lebih dominan dari modalnya, kecuali nvestasi tersebut dinayatakan kesyarihannya oleh DSN MUI.
  4. Memproduksi, Mendistribusikan, memperdagangkan atau menyediakan :
    1. Barang atau jasa yang haram karena zatnya (haram li-dzatihi)
    2. Barang atau jasa yang haram bukan karena zatnya ( haram li-gharihi) yang ditetapkan oleh DSN MUI dan atau
    3. Barang dan jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat

Sedangkan kriteria saham yang masuk dalam kategori saham syariah adalah :

  1. Tidak melakukan kegiatan usaha sebagaimana yang diuraikan diatas
  2. Tidak melakukan perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang atau jasa dan perdagangan dengan penawaran dan permintaan palsu.
  3. Tidak melebihi Todatl Hutang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitasnya tidak lebih dari 82% (hutang yang berbasi bunga dibandingakan dengan total ekuitas tidak lebih dari 45% : 55%)
  4. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan (revenue) tidak lebih dari 10%

Pengkajian ulang akan dilakukan 6 (enam) bulan sekali dengan penentuan komponen indeks pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Sedangkan perubahan pada jenis usaha utama emiten akan dimonitor secara terus menerus berdasarkan data publik yang tersedia. Perusahaan yang mengubah lini bisnisnya menjadi tidak konsisten dengan prinsip syariah akan dikeluarkan dari indeks. Sedangkan saham emiten yang dikeluarkan akan diganti oleh saham emiten lain. Semua prosedur tersebut bertujuan untuk mengeliminasi saham spekulatif yang cukup likuid. Sebagian saham-saham spekulatif memiliki tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler yang tinggi dan tingkat kapitalisasi pasar yang rendah.

Berikut tabel Saham JII Periode Juni – November 2017 :

Berikut Daftar Saham Syariah yang masuk kedalam perhitungan Indeks JII berdasarkan periodenya,  Untuk memperoleh  selengkapnya daftar saham yang masuk perhitungan Jakarta Islami Indeks, silakan Unduh tautan berikut ini :

Tahun Periode Juni-November Periode Desember – Mei
2017   Juni-November 2017
2016 Juni-November 2016  November 2016-Mei 2017
2015  Juni-November 2015  Desember 2015-Mei 2016
2014  Juni -November 2014  Desember 2014-Mei 2015
2013  Juni -November 2013  Desember 2013-Mei 2014
2012  Juni -November 2012   Desember 2012-Mei 2013
2011  Juni -November 2011  Desember 2011-Mei 2012

Berikut Daftar Saham Syariah JII & ISSI Periode Juni – November 2017  Dalam Format Excell Silahkan Isi Form berikut ini :

Be the first to comment!
 
Leave a reply »

 

You must log in to post a comment